PKB Akan Kerahkan Seluruh Energi di Pilkada 2020

Mayasari Dinilai Bukan Ancaman

119
0
H Oleh Soleh SH

TASIK – Rencana keluarga Mayasari menyiapkan kandidat bakal calon Bupati Tasikmalaya di Pilkada 2020. Ditanggapi beberapa politisi, mereka mengaku tidak gentar menghadapi kekuatan Mayasari yang di setiap event politik selalu terlibat aktif tersebut.

Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Barat H Oleh Soleh SH mengatakan soal keinginan keluarga Mayasari mendorong kandidat di Pilkada 2020 merupakan sesuatu yang sah-sah saja.

”Dan tentunya, saya berterima kasih kepada keluarga Mayasari yang memiliki niat mendorong kandidat maju di Pilkada,” ujarnya kepada Radar, Jumat (14/6).

Hanya saja, kata Oleh, dalam berpolitik harus mengedepankan visi dan misi, kapasitas dan kapabilitas kandidat. Termasuk memakmurkan rakyat. “Jangan sampai niatnya hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” tuturnya.

Dia pun meyakini niatan keluarga Mayasari mendorong kandidat di Pilkada 2020, bertujuan memajukan Kabupaten Tasikmalaya.

”Saya kira, niatan keluarga Mayasari bukan harus dijadikan ancaman (sesuatu yang dikhawatirkan, Red). Itu hak politik dan dilindungi undang-undang. Kemudian kita juga tidak boleh apatis atau khawatir seperti di Pileg 2019 lalu,” ungkapnya.

Oleh menyarankan parpol maupun masyarakat Kabupaten Tasikmalaya harus merasa gembira, akan banyaknya kandidat di Pilkada 2020.

”Keinginan dari keluarga Mayasari itu jangan di-stop atau dijegal, bahkan dihalang-halangi. Justru dijadikan motivasi penyemangat dalam berkompetisi mencari figur terbaik di Kabupaten Tasikmalaya,” paparnya.

Masyarakat atau pemilih, tambah dia, harus rasional dan realistis melihat komitmen kandidat di Pilkada 2020 nanti.

“Siapa yang betul-betul ingin memajukan Kabupaten Tasikmalaya pada waktunya akan dipilih masyarakat,” terangnya.

Ketika ditanya apakah dirinya akan maju sebagai kandidat di Pilkada 2020? Oleh mengaku saat ini masih fokus dan menunggu proses pelantikan sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

”Saya memberikan peluang kepada senior saya. Bagaimana agar senior ini bisa membawa Kabupaten Tasikmalaya lebih baik,” paparnya.

Yang pasti, sambung dia, PKB akan mengerahkan seluruh energi dari mulai tingkat pusat sampai daerah untuk memenangkan Pilkada 2020 di Kabupaten Tasikmalaya. ”Insyaalloh semua akan berjuang keras lahir batin,” paparnya.

Saat ditanya siapa kader PKB yang akan diusung menjadi kandidat? Oleh menyebut partainya mengutamakan kader. Nama-nama seperti KH Acep Adang Ruhiat, KH Atam Rustam, Haris Sanjaya dan Asep Muslim masuk nominasi. “Banyak kader potensial di PKB yang layak diusung,” tuturnya.

Oleh menegaskan PKB di Pilkada 2020, tidak akan asal comot nama atau kader yang didorong menjadi kandidat. Sebab targetnya mengusung bakal calon bupati.

”PKB tidak ingin kejadian di Pilkada 2015 (Oleh ditinggal Uu nyalon dengan Ade, Red) yang menjadi pil pahit kembali terulang,” tambahnya.

Terpisah, Ketua DPD PKS Kabupaten Tasikmalaya Dadi Supriadi menilai keinginan keluarga Mayasari mengusulkan kandidat merupakan hak warga negara dan orang asli daerah.

“Ya siapa pun sah-sah saja, punya keinginan. Siapa pun berhak. Apalagi pemilik Mayasari ini masih orang Tasikmalaya, logis lah. PKS tidak khawatir, kenapa harus khawatir, asal bersaing secara sehat,” ungkap Dadi, kepada Radar, Jumat (14/6).

Keinginan Mayasari tersebut, kata Dadi, bukan merupakan ancaman bagi partai politik di Kabupaten Tasikmalaya yang akan ikut berkontestasi di Pilkada 2020 nanti. Justru, akan membuat peta politik lebih menarik.

”Dengan catatan, Mayasari maju menggunakan perahu partai politiknya. Independen juga bisa yang penting memenuhi persyaratan pencalonan kepala daerah” tambah Dadi.

Soal namanya dinilai layak maju sebagai kandidat? Dadi mengaku siap, jika masyarakat Kabupaten Tasikmalaya menginginkannya. “Tetapi sampai saat ini saya belum berniat, saya tahu diri lah,” ungkap Dadi.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Golkar Kabupaten Tasikmalaya Drs H Ending Sunaryo MSi menyatakan siapa pun boleh mengusulkan kandidat di Pilkada.” ”Enggak apa-apa, bila keluarga Mayasari ingin mendorong kandidat. Mungkin perahunya dari Gerindra,” ujar Ending.

Ending mengungkapkan Golkar yang memiliki raihan tujuh kursi di Pileg 2019 akan bersikap fleksibel di Pilkada. ”Jadi misi Golkar mengusung bupati atau wakil bupati sendiri dari kader internal,” tuturnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.