Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

4.4%

79.2%

15.6%

0.3%

Mayat Bayi Disimpan 36 Jam di Bawah Ranjang

394
0
PERIKSA. D tersangka pengubur bayinya sendiri menjalani pemeriksaan di Mapolres Tasikmalaya Kota Jumat (13/9). Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya

TASIK – Tersangka ibu muda pengubur bayinya di Kampung Plang Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya D (30), mengaku bayinya masih hidup setelah dilahirkan paksa. Dia pun sempat ingin mengurusnya hingga akhirnya sang bayi meninggal.

Hal itu diungkapkan D, saat pemeriksaan di Mapolres Tasikmalaya Kota Jumat (13/9). Dia mengaku memaksa bayi yang dikandungnya keluar secara paksa pada Jumat subuh (6/9) subuh. “Saya memijat dan menekan perutnya kuat-kuat sampai akhirnya upayanya berhasil. Saya tekan, sendirian sampai keluar,” ungkapnya kemarin.

D menceritakan melihat mulut bayi perempuannya itu masih bergerak-gerak. Melihat tubuh bayi tak berdosa itu masih hidup, D langsung mengurungkan niat untuk membuangnya dan memutuskan tali ari-arinya dengan silet. “Saya langsung bedong,” katanya.

Karena lemas dan mengalami pendarahan, D pun terlelap selama kurang lebih satu jam. Saat dia bangun, sekitar pukul 06.00, dia melihat bayinya tidak lagi bergerak. Dia pun berusaha membangunkannya namun nyawa bayi itu tidak tertolong. “Saya kasih air putih, terus napas buatan juga,” terangnya.

Setelah itu, D merasa panik lalu menyembunyikan mayat bayinya di bawah ranjang. Keesokan harinya (36 jam setelah kematian bayi, Red), barulah dia mengubur bayi itu dan meminta bantuan pemuda sekitar rumahnya untuk menggali tanah dengan dalih akan menguburkan bangkai kucing. “Setelah itu tahu-tahu saya dipanggil pak RT lalu diamankan polisi,” tuturnya.

D sudah 4 tahun ditinggalkan suaminya, saat ditanya siapa ayah dari bayi yang dikuburnya itu dia belum bisa memastikan. Pasalnya, ada dua pria yang pernah berhubungan badan dengannya. “Ada yang mau tanggungjawab, tapi hanya ngomong saja,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro SH MH mengatakan pihaknya sudah menetapkan D sebagai tersangka. D dijerat dengan pasal 77 UU Perlindungan anak karena telah menelantarkan bayi yang dilahirkannya dan meninggal. “Ancamannya hukuman penjara maksimal 10 tahun,” tuturnya.

Ditanya adakah kemungkinan tersangka tambahan, Dadang belum bisa memastikan. Pihaknya masih terus melakukan pendalaman kasus tersebut. “Masih kita dalami untuk kemungkinan-kemungkinan lain,” tuturnya.

Sebelumnya diketahui, D diamankan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, Sabtu (7/9). Dia diketahui telah membuang janin bayi yang diduga hasil hubungan di luar nikah.

Dari informasi yang dihimpun Radar, hal ini bermula ketika D meminta salah seorang remaja menggali tanah di kebun dekat rumahnya, Sabtu malam (7/9) sekitar pukul 19.30. D mengaku kepada para remaja akan mengubur bangkai kucing.

Saat remaja yang dia suruh sudah pergi, barulah D menguburnya. Tetapi, ada remaja lain yang saat itu melintas dan bertanya kepada D. Perempuan itu lagi-lagi mengaku sedang mengubur bangkai kucing.

Ketua RT setempat, Apip Sutisna mengatakan beberapa warganya menaruh curiga, karena D dinilai cukup memaksakan jika malam hari harus repot menguburkan bangkai kucing. Setelah D meninggalkan kuburan itu, warga pun menggalinya dan menemukan janin bayi perempuan. “Pas digali ternyata bukan kucing, tapi bayi,” ungkapnya, Minggu (8/9).

Dia pun langsung melaporkan penemuan janin bayi perempuan itu ke Polsek Indihiang dan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. D pun diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.