Mayat di Sungai Cikunir Warga Bungursari

79
0
IDENTIFIKASI. Anggota Satuan Reskrim Polres Tasik melakukan identifikasi kepada mayat yang ditemukan di Sungai Cikunir, Padakembang. DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Pihak kepolisian berhasil mengungkap identitas mayat yang ditemukan warga di Sungai Cikunir Kampung Tetelar Rancailat Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang, Sabtu (23/11).

Jasad tersebut diketahui bernama Omo (71), warga Kelurahan/Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Pria sepuh tersebut diketahui mengidap pikun dan amnesia serta sering meninggalkan rumahnya.

Kapolsek Leuwisari AKP Wahyudin SH mengatakan, identitas mayat pria tua tersebut diketahui setelah pihak keluarga dari Kecamatan Bungursari Kota Tasik mendatangi kamar jenazah di Rumah Sakit dr Soekardjo. Mereka mengaku mendapatkan informasi dari media sosial maupun berita media massa terkait temu mayat pria sepuh di Sungai Cikunir.

“Pihak keluarganya datang ke Rumah Sakit dr Soekardjo Minggu (24/11) malam. Mengenali mayat tersebut dari pakaiannya, terakhir keluar rumah memakai kaus dan celana kolor pendek, termasuk ciri-ciri fisik jasadnya pun sama dikenali keluarga,” ujarnya kepada Radar, Selasa (26/11).

Dari pengakuan keluarga, kata Wahyudin, Omo (71) mempunyai penyakit pikun dan amnesia yang sudah lama dideritanya. Kemudian, sering keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga dan terakhir ditemukan terjatuh di Sungai Cikunir di Kecamatan Padakembang dalam keadaan meninggal dunia.

Lanjut dia, penyebab kematiannya sudah dipastikan akibat terjatuh dari tebing pinggir sungai ke dasar bebatuan dengan posisi kepala terlebih dahulu. “Tidak ditemukan bekas luka akibat kekerasan atau benda tajam dan tumpul. Lukanya di bagian kepala tidak merata karena posisi ketika jatuh bagian kepala depan muka terkena batu di dasar sungai,” ujarnya, menambahkan.

Loading...

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Siswo menambahkan, tadinya jasad yang ditemukan di Padakembang akan dilakukan autopsi Selasa (26/11), tapi setelah ada keluarga yang mengakuinya sampai terungkap identitasnya akhirnya tidak dilakukan.

“Pihak kelurga juga menolak untuk dilakukan visum dan autopsi oleh dokter forensik di kamar jenazah Rumah Sakit dr Soekardjo. Mereka menerima sebagai musibah yang menimpa salah satu keluarganya. Sudah diambil jenazahnya atas permintaan keluarga,” katanya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.