Mayat Dua Bocah Beriringan di Irigasi

99
DUKA CITA. Keluarga korban menangisi jasad Azam Maulana Yusuf (4) dan Arkan (5) yang meninggal di irigasi Mitilu di Dusun Bojonggaok Desa Gunungcupu Kecamatan Sindangkasih, Selasa (12/2).IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Dua mayat bocah laki-laki hanyut di irigasi Mitilu di Dusun Bojonggaok Desa Gunungcupu Kecamatan Sindangkasih, Selasa (12/2). Mereka adalah Azam Maulana Yusuf (4) dan Arkan (5) asal Dusun Cidolog RT 19 RW 10 di desa dan kecamatan yang sama dengan tempat kejadian perkara (TKP).

Kedua mayat bocah yang punya hubungan saudara itu pertama kali ditemukan oleh Iis Sunaryati (50) sekitar pukul 11.30. Saat itu, Iis hendak memetik jambu batu di irigasi Mitilu yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari rumahnya. Ketika memantau saluran irigasi, dia melihat boneka yang hanyut. Namun, setelah diperhatikan boneka itu ada dua anak kecil.

Dua anak kecil itu hanyut beriringan di saluran irigasi dengan posisi tengkurap. Iis pun berteriak minta tolong. Warga lain berdatangan. Mayat kedua bocah itu pun diangkat dari irigasi oleh Pirhad Hasbialoh (20), warga sekitar. Lalu, dilarikan ke Puskesmas Sindangkasih. “Saya baru tahu ternyata kedua anak tersebut masih tetangga kampung,” tutur dia kepada Radar, Selasa (12/2).

Itoh (36), kerabat korban menerangkan Azam adalah anak semata wayang dari pasangan Rudi Hidayat (30) dan Ratna Resa (28). Adapun Arkan merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Dandi Gunawan (40) dan Dewi Firianti (35). Ratna dan Dewi adalah adik kakak. Jadi Azam dan Arkan ada pertalian sepupu. Mereka sering bermain bersama. “Saya tahu-tahu dikabari setelah mayat kedua anak datang. Saya sangat kaget,” kata Itoh.

Paur Humas Polres Ciamis Iptu Hj Iis Yeni Idaningsih menyebutkan tidak ada saksi yang melihat kedua korban tenggelam. Yang ada hanya saksi yang menemukan saja.

Dari hasil peninjauan ke lapangan, tempat bermain Azam dan Arkan itu berjarak sekitar 50 meter ke irigasi. Diduga Azam terpeleset ke irigasi lalu Arkan menolongnya. Namun, mereka berdua malah tenggelam. Di bantaran irigasi itu juga ditemukan sepasang sandal. Adapun ibu kandung Azam, Ratna saat itu sedang berjualan makanan ringan, sedangkan Dewi, ibu kandung Arkan tengah berada di rumah. Dengan begitu, anak-anak yang sedang bermain tidak terawasi. “Kondisi air cukup dalam setinggi orang dewasa, korban tenggelam dan kemasukan air dan sulit bernapas dan meninggal dunia,” ujar Iis.

Menurut Iis, kedua korban sempat dibawa ke Puskesmas Sindangkasih. Namun, nyawanya tidak tertolong. Pihak keluarga sudah memakamkannya “Kami imbau kepada para orang tua, jangan lalai dalam mengawasi anak-anaknya,” katanya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.