Mayat Mengambang di Irigasi Bernama Andi Suhendi

154
0
radartasikmalaya.com

SINGAPARNA – Teka-teki identitas mayat mengambang di irigasi Kampung Jareged, Jayaputra, Sariwangi terungkap. Dia adalah Andi Suhendi (22), warga Kampung Cibatu, Jayaratu, anak dari Badru dan Asmanah.

Kapolsek Leuwisari AKP Wahyudin menerangkan soal identitas mayat mengambang sudah dipastikan atas nama Andi Suhendi (22). Itu dipastikan setelah dilakukan penyelidikan dan menggali keterangan dari keluarga Andi, yang menyebutkan ciri-ciri identik di tubuh dan celana dalam yang digunakan. “Ya sesuai dengan ciri atau tanda di bawah ketiak sebelah kanan sejak lahir dan ciri lain pakaian dalam yang dikenakan mayat tersebut dikenali oleh keluarganya,” terangnya.

Lanjut dia, proses autopsi tidak sempat dilaksanakan. Karena, ciri-ciri dari keluarga sudah benar-benar identik, sehingga bisa dipastikan jasad tersebut adalah Andi. “Jadi autopsi tidak jadi dilakukan, ya pihak keluarga akhirnya menolak dilakukan autopsi. Karena kasihan kepada jasadnya, dan akhirnya sudah dimakamkan di pemakaman keluarga di Kampung Cibatu, Jumat (21/6),” ujarnya kepada Radar, Jumat (21/6).

Sedangkan untuk penyebab kematian Andi, kata dia, berdasarkan penelusuran bahwa korban terjatuh ke aliran Sungai Cikunten akibat terpeleset usai membantu saudaranya memikul karung beras dan mencari rumput. “Jadi pada saat itu, Andi sengaja istirahat dan berenang di sungai dengan membuka pakaiannya, hanya memakai celana dalam. Karena memiliki keterbelakangan mental, akhirnya terjatuh dan tenggelam sampai ditemukan pada Rabu (19/6) mengambang di irigasi,” tambahnya.

Lanjut dia, bukti yang menguatkan Andi tenggelam, pertama ditemukan sandal dan pakaiannya tak jauh di kebun dia mencari rumput dan memikul padi dekat sungai. Kemudian dalam pemeriksaan yang dilakukan tidak luka bekas kekerasan.

Sementara itu, Polres Tasikmalaya masih mempunyai pekerjaan rumah untuk mengungkap identitas mayat lain yang ditemukan warga membusuk di Kampung Cikupa Desa Sirnagalih Kecamatan Cigalontang.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Pribadi Atma SPd MH mengungkapkan soal mayat yang ditemukan di Desa Sirnagalih Cigalontang mengatakan mayatnya tinggal tengkorak karena memang sudah membusuk. Kemudian tidak ditemukan ada bekas bakar api, karena kondisi rambut dan pakaian masih utuh.

“Sampai saat ini, kita belum bisa mengungkap siapa identitasnya. Baru mengevakuasi ke kamar jenazah RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya dan mengumpulkan barang yang dipakainya,” terangnya.

Intinya, Polisi akan melakukan autopsi Senin (24/6) terhadap jasad membusuk tersebut bersama dokter forensik di RSUD dr Soekardjo. “Kita autopsi dulu untuk mengetahui identitasnya. Kemudian mencari motifnya atau penyebab kematiannya,” terang dia.

Kata dia, pihaknya cukup kesulitan dalam mengungkap siapa identitas mayat tersebut, karena bagian tangan mayat sudah menjadi tengkorak, jadi tidak bisa lewat sidik jari. Namun, dari alat bukti dan barang yang diamankan dari jasad perempuan tersebut akan menjadi bahan penyelidikan.

“Sejauh ini kami sudah mencari informasi sampai ke Cilawu Kabupaten Garut perbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya. Katanya ada orang hilang di daerah sana, tetapi setelah kita cek kepada pemerintah desa setempat, ternyata bukan. Jadi, kita masih telusuri identitas, motif dan penyebab kematiannya,” tambahnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.