Mayat Wanita Paruh Baya di Pondok Jati Indah Kota Tasik itu PNS dan Murni Gantung Diri

525
0

KOTA TASIK – Aparat Polsek Indihiang, Polres Tasikmalaya Kota memastikan kasus temu mayat perempuan di Perum Pondok Jati Indah, Blok C19, RT 01 RW10, Panyingkiran, Indihiang, adalah murni kasus gantung diri alias bunuh diri. Hal itu dikatakan Kapolsek Indihiang, Kompol Bashori.

Kata dia, setelah pihaknya melakukan penyelidikan dari identitas korban diketahui bernama Aktris Mulyati (55), pekerjaan seorang PNS dengan alamat Komplek BBS III, Ciwaduk, Cilegon, Kota Cilegon, Provinsi Banten.

“Tepatnya kejadian temu mayat ini jam 18.30 WIB. Saksinya ada 3, Yoyo mantan suami korban, Puspita, istri Yoyo dan Lira, anak korban,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com.

Terang dia, pihaknya menemukan barang bukti berupa tambang plastik warna hijau dengan panjang keseluruhan sekitar 3,6 meter di lokasi kejadian.

“Kronologinya saksi Lira saat itu usai pulang kerja dan menemukan korban sudah tergantung lehernya di bawah kusen pintu kamarnya,” terangnya.

“Saksi Lira ini tinggal dengan korban. Saat ditemukan juga, posisi kaki korban masih menempel di lantai. Kemudian saksi ini menghubungi Yoyo. Dan saksi Yoyo datang ke rumah itu didampingi Puspita,” sambungnya.

Loading...

Karena panik, beber Kapolsek, ketiga saksi ini bersama-sama memotong tambang yang mengikat leher korban untuk dipindahkan ke dalam kamar.

“Lalu meminta bantuan warga sekitar serta akhirnya melaporkan peristiwa ini kepada kami,” bebernya.

Dia menambahkan, berbekal laporan itu pihaknya beserta Reskrim dan Inafis Polres Tasikmalaya Kota langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.

“Bahwa dari keterangan 3 saksi itu korban memang sempat cekcok di chat watshapp pribadi dengan suaminya,” tambahnya.

Jelas dia, dari hasil cek olah TKP di leher korban sitemukan bekas jeratan tali. Lalu, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, hanya luka lecet bekas jeratan tambang.

“Karena tidak ditemukan tanda kekerasan, keluarga korban telah menerima kejadian ini sehingga jenazah tak diotopsi dan keluarga korban membuat surat pernyataan penolakan diotopsi,” jelasnya.

(rezza rizaldi / radartasikmalaya.com)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.