MCK TK Mitra Batik di Kota Tasik Ambruk ke Sungai

37
0
AMBRUK. Bendahara Yayasan Mitra Batik Dodi Darsodi SE menunjukkan fasilitas MCK yang ambruk ke sungai, Rabu (13/1).

CIPEDES – Dinding penahan sungai TK Mitra Batik di Jalan Cipedes I No 25, Kelurahan Cipedes Kecamatan Cipedes ambruk sepanjang 15 meter dan tinggi 5 meter pada Selasa (12/1) pukul 22.00.

Bendahara Yayasan Mitra Batik, Dodi Darsodi SE mengatakan bangunan TK Mitra Batik tersebut baru berumur 3,5 tahun, semenjak diresmikan pada 16 September 2017.

Bangunan yang terkena ambruk itu di bagian belakang sekolah yang menjadi fasilitas sanitasi (MCK).

“Hal ini diduga akibat tanggul penahan tembok tergerus air yang deras,” katanya kepada Radar, Rabu (13/1).

Kemungkinan, kata Dodi, pondasi sungai tersebut ambruk karena sering diguyur hujan lebat. Akibatnya, tanah terkikis yang membuat tembok penahan terbawa air sungai.

Baca juga : Akses Bandung – Talegong Garut Masih Terputus

“Kerugiannya material mencapai Rp 150 jutaan. Namun dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Rencananya, sambung Dodi, pihaknya akan segera memperbaiki pondasi tersebut. Karena untuk antisipasi adanya terjadi longsor susulan.

“Semoga bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah atau masyarakat agar bisa cepat dibangun. Sehingga memberikan keamanan untuk siswa dan guru,” katanya.

Selain itu, demi menjaga keselamatan, pihaknya akan memindahkan MCK ke lokasi yang lebih aman, tidak dekat tebing sungai.

“Kita rencanakan akan diganti, tapi tidak dibuat di samping tebing. Karena bencana tidak bisa ditebak,” ungkapnya.
Kepala TK Mitra Batik Kecamatan Cipedes Mimin Nurjanah SPd menjelaskan tanda-tanda retak di bagia fasilitas MCK sekolah sudah terlihat pada Desember 2020. Namun karena pembelajaran masih daring tidak terlalu diperhatikan.

“Tiba-tiba ada yang kasih kabar Rabu (13/1) pagi bangunan tempat MCK ambruk ke sungai,” katanya.

Pengakuannya, pondasi dan bangunan masih terhitung baru yaitu tahun 2017. Yang mempunyai 3 ruang dan 3 fasilitas MCK.
“Ambruknya bangunan MCK, mungkin karena sering terkena aliran sungai jadi bawahnya keropos dan ambruk,” tandasnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.