Mebeler SD Dialokasikan Rp 4 Miliar

39
0
PARIPURNA. Pandangan Fraksi DPRD Kabupaten Pangandaran dalam Rapat Paripurna mengenai KUA PPAS APBD Perubahan tahun 2019. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
PARIPURNA. Pandangan Fraksi DPRD Kabupaten Pangandaran dalam Rapat Paripurna mengenai KUA PPAS APBD Perubahan tahun 2019. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran menggelar rapat paripurna terkait Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plaforn Anggaran Sementara (KUA -PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun 2019.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran M Taufiq Martin mengatakan fokus utama dalam KUA PPAS yang disampaikan Bupati Pangandaran hampir sama dengan tahun sebelumnya.

“Cuman ada beberapa tambahan terutama dalam bidang pendidikan, yakni pengadaan mebeler di sekolah dasar,” ujarnya kepada Radar, Selasa (23/7).

Menurutnya, setelah dilakukan sidak ke lapangan masih ada bangunan sekolah yang terlihat bagus, tetapi kondisi mebelernya masih kurang bagus. “Untuk itu, kita usulkan agar mebeler di SD diganti yang lebih bagus,” katanya.

Lanjut Martin, pihaknya sudah membicarakan hal itu dengan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata dan akan dianggarkan sebesar Rp 4 miliar. “Mudah-mudahan bisa terealisasi,” jelasnya.

KUA PPAS ini akan mulai dibahas di komisi mulai hari ini (24/7), hingga tanggal 27 Juli mendatang. Setelah itu akan dibahas oleh Bagian Anggaran (Banggar) mulai tanggal 29 Juli sampai dengan tanggal 1 Agustus.

“Sampai tanggal itu akan dibahas oleh dewan yang lama, kalau dewan baru takutnya jadi buyar nanti,” terangnya.

Untuk dewan baru kemungkinan akan membahas terkait Rancangan APBD perubahan setelah dilantik nanti.

“RAPBD perubahan ini akan dibahas pada bulan Oktober dan akan ketok palu pada bulan November mendatang,” jelasnya.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan fokus pembangunan pada APBD perubahan tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, yakni pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.

“Untuk kesehatan kita sedang fokus pembangunan RSUD, kita masih kekurangan alat kesehatan sebesar Rp 50 miliar,” katanya.

Selain itu, Pemkab Pangandaran akan memprioritaskan bantuan keagamaan, terutama untuk pendidikan pesantren.

“Nanti kita lihat kebutuhannya sampai berapa, apakah dalam bentuk hibah barang atau bantuan keuangan,” jelasnya.

Ia mengatakan Pemkab tidak ingin tanggung-tanggung dalam memberikan bantuan keagamaan. “Jadi kalau butuhnya Rp 100 juta, kita kasih 75 persennya terus dari swadaya 25 persen, jadi maksimal hasilnya,” tutur dia. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.