SNV dan Insan Pers Diskusikan Sanitasi Aman

Media Mampu Ubah Perilaku

29
0
DISKUSI. Jajaran SNV dan awak media berfoto bersama usai diskusi peran penting media di Studio Radar Tasikmalaya TV, Jumat (21/6). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

SL TOBING – Organisasi pembangunan Belanda, SNV Indonesia merangkul media massa untuk sama-sama berperan aktif mewujudkan sanitasi aman di Kota Tasikmalaya. Jumat (21/6), perwakilan SNV Indonesia berdiskusi langsung dengan insan pers tentang sanitasi di Studio Radar Tasikmalaya TV.

Water, Sanitation, and Hygiene (Wash) Sustainable Development Goals (SDGs) Multi Country Manager SNV Rajeev Munankami menerangkan, pihaknya mengajak media massa ikut serta menyukseskan sanitasi aman Kota Tasikmalaya termasuk di dalamnya program open defecation free (ODF). “Kami meyakini, peran media massa di negara demokrasi sangat penting dalam mendorong suatu kebijakan publik dan menyadarkan masyarakat pentingnya miliki sanitasi aman,” ucapnya dalam diskusi.

Rajeev menceritakan tentang pengelolaan sanitasi di Bangladesh dan Nepal. Sistem pemerintahan di dua negara tersebut sangat terpusat. Tidak otonomi daerah seperti di Indonesia. Dengan sistem otonomi itu, tentunya pemerintah daerah dapat mendorong terwujudnya sanitasi aman dengan beragam regulasi. “Untuk itu kami berdiskusi dengan media supaya dapat memperhatikan isu kaitan sanitasi. Mendorong cita-cita daerah yang ingin tahun mendatang sanitasi aman terwujud,” kata dia.

Rajeev mengatakan, stakeholder atau perusahaan yang berkiprah di daerah dapat diajak berembuk untuk sama-sama peduli terhadap sanitasi aman dan sehat. “Jangan seperti di Sungai Katmandu, 18 tahun lalu saya berani berenang di sungai itu. Sekarang menyentuh saja enggan karena sudah menjijikkan. Negara butuh investasi ratusan dollar untuk membenahi kembali sungai itu supaya tidak tercemar. Jangan menunggu harus seperti itu,” kata dia.

Wash Sector Leader SNV Maria Carreiro menambahkan, SNV hadi di Tasikmalaya untuk membantu mengubah perilaku masyarakat yang belum mengelola sanitasi secara aman. Kesadaran masyarakat bisa tumbuh apabila solusi dan cara mengelola sanitasi aman disampaikan dengan jelas. “Sebab urusan sanitasi bukan saja kita saat ini, tapi anak cucu kita nanti juga akan terdampak apabila pengelolaan saat ini tidak sehat,” ujar dia.

Maka dari itu, peran media massa sangat penting untuk mengedukasi dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya sanitasi aman. Sejak tahun 2000, sekitar 90 juta orang Indonesia sudah memiliki akses toilet. Secara global, Indonesia berkembang pesat. “Saat ini tersisa 25 juta orang yang belum mengakses toilet dengan baik, masa tidak bisa diselesaikan,” kata dia.

Berkaitan dengan keterbatasan anggaran untuk sanitasi, Maria menjelaskan, negara terkaya sekalipun, tentu memiliki keterbatasan anggaran. Maka, penanganan sanitasi tidak dapat hanya menjadi beban pemerintah. Namun, kewajiban bersama supaya bisa dilaksanakan dengan baik. “Maka kita support pemkot seperti apa dalam mengefektifkan dan mengefisienkan anggaran daerah. SNV akan tinjau dan memetakan peluang penambahan anggaran dari mana saja, supaya bisa concern menggarap sanitasi,” ujar dia.

Apabila masyarakat juga rela dengan sadar memiliki akses sanitasi yang sehat, tentu pemerintah tinggal memikirkan bagaimana pengelolaan dan pengolahannya saja. “Untuk itu perlu peran media mendorong kesadaran masyarakat akan sanitasi yang aman dan sehat. Nanti, pemkot bagaimana memikirkan alokasi anggaran apakah lewat pemerintah pusat, provinsi bahkan corporate social responsibility (CSR),” katanya.

Wash Advisor Voice for Change Partnership (V4CP) SNV Indonesia Bambang Pujiatmoko menyebutkan, sejauh ini progres media massa di Tasikmalaya sudah membuat isu sanitasi menjadi lebih seksi. Untuk itu, pihaknya berharap dapat menggaungkan sanitasi lebih gencar supaya dapat memengaruhi kebijakan eksekutif dan legislatif. “Kita apresiasi, teman-teman jurnalis di sini sudah menjalankan peran dengan baik. Membuat hal penting menjadi menarik. Semoga Tasik dapat menjadi arus utama pemberitaan sanitasi,” kata Bambang. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.