Beranda Nasional Mei, Formasi CPNS Ditetapkan, Pelaksaan Tes usai Pilkada Serentak

Mei, Formasi CPNS Ditetapkan, Pelaksaan Tes usai Pilkada Serentak

161
BERBAGI

JAKARTA – MenPAN-RB Asman Abnur mengatakan penetapan formasi CPNS kemungkinan akan diputusan pada bulan Mei 2018. Sedangkan tahapan pelaksaan seleksi yang dimulai dengan pendaftaran CPNS 2018 akan dilakukan pasca pilkada serentak yang digelar pada Juni mendatang.

“Insya Allah kita putuskan bulan Mei (penetapan formasi CPNS, Red), nanti pelaksanaan tesnya setelah pilkada,” ungkap Asman Abnur di Istora Senayan Jakarta, Selasa (27/3).

Sementara itu terkait hasil seleksi tersebut sudah dapat diakses menjelang akhir tahun 2018. Kemudian agenda akan dilanjutkan dengan pembekalan kepada CPNS terpilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Nah, baru pengangkatannya seperti tahun lalu (2017), akhir tahun sudah diumumkan hasilnya kemudian dilakukan lagi seperti ini (pembekalan CPNS),” tegas Asman.

Menurut Asman, hingga saat ini masih ada lembaga atau kementerian yang belum mengajukan formasi CPNS. Hal ini tentu penyebab sampai detik ini belum ada kepastian kuota CPNS tahun 2018.

Meski demikian, Asman telah menargetkan di akhir bulan April ini seluruh kementerian dan lembaga telah menyetorkan pengajuan formasi CPNS. Hal ini juga dimaksudkan agar tidak terjadi usulan-usulan tambahan ke depannya. “Belum ada (total kuota CPNS), analisis terakhirnya belum kami buat,” lanjut Asman.

“Masih ada (yang belum mengajukan usulan formasi). Tapi target kita akhir bulan ini semua sudah menyampaikan usulan. Jadi tidak ada lagi usulan-usulan tambahan,” pungkas Asman.

** Dituntut Kerja Profesional

Asman Abnur pun mengatakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut memiliki sikap dan perilaku melayani dengan baik.

Selain itu, ASN harus menjadi pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di mana pun berada. “Pengenalan tugas seperti orientasi yang dilakukan pada hari ini akan dapat menambah wawasan dan pengetahuan saudara-saudara tentang tugas, fungsi dan wewenang masing-masing sebagai ASN. Profesionalitas menjadi salah satu kunci yang harus terus diwujudkan,” ujar Menteri Asman.

Ini disampaikannya saat memberikan pengarahan dalam acara Pembekalan 298 Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Senin (26/03).

Menteri Asman juga mengatakan komitmen pemerintah untuk mewujudkan ASN yang berkualitas, antara lain dilakukan dengan mewajibkan mengikuti pengembangan kompetensi bagi ASN minimun 20 jam pelajaran (JP) bagi setiap ASN-nya.

“Artinya setiap PNS memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk diikutsertakan dalam pengembangan kompetensi. Tentu saja dengan memperhatikan hasil penilaian kinerja dan penilaian kompetensi PNS yang bersangkutan,” ungkapnya.

Ditambahkan, untuk membangun moral, kejujuran serta motivasi nasionalisme, proses pendidikan dan pelatihan dilakukan secara terintegrasi. “Pendidikan dan pelatihan yang saudara-saudara ikuti hanya dapat diikuti satu kali. Pembinaan pendidikan dan pelatihan dilakukan oleh Kepala LAN sebagai instansi yang diberi kewenangan melaksanakan tugas tersebut,” tambahnya

Maka dari itu Asman berharap, agar CPNS di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mengikuti seluruh proses pembinaan ASN sesuai dengan peraturan perundangan.

Dengan demikian, ke depan menjadi ASN yang profesional dan berdaya saing dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani.

Dalam acara tersebut hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Kepala Badan kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa, serta para pejabat di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.(esy/jpnn)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.