Organisir 2.200 Petani di 1.197 Hektar Lahan

Melirik Bisnis Unik Ala iGrow Indonesia

250
0
PETANI PROFESIONAL. Muhaimin Iqbal, founder iGrow (tengah) melihat salah satu mesin pertanian perusahaannya. Tumpak M Tampubolon
Loading...

SIAPA bilang petani identik dengan cangkul dan pacul. Di Depok, pertanian dikelola secara profesional menggunakan teknologi informasi. Hebatnya, di Depok itu pula mengelola 2.200 lebih petani di seluruh Indonesia. Bagaimana ceritanya?

TUMPAK M TAMPUBOLON, Depok

MINGGU (22/04), siang, di atas lahan seluas 800 meter persegi di Jalan Ir H Juanda, Nomor 43, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, ramai dikunjungi puluhan pengusaha muda. Saling bercengkrama dan berbincang santai, pelaku bisnis ini tampak sumringah. Pembicaraan mereka tak lepas dari urusan tanaman pangan.

Di halaman gedung bercat putih itu disesaki puluhan kendaraan roda dua dan empat. Di bagian depan gedung, ada pula papan nama bertuliskan iGrow Resources Indonesia.

Seorang pria menyambut hangat kedatangan Indopos. Mengenakan kaos hitam betuliskan iGrow dengan paduan jeans biru, pria dengan nama Muhaimin Iqbal (55) itu bercerita panjang lebar tentang bisnisnya.

Loading...

Iqbal adalah Founder iGrow Indonesia. Di awal ceritanya, Iqbal menurutkan, ide mengembangkan bisnis iGrow ini muncul pada 2014 silam. Saat itu dirinya melihat sebuah tayangan di televisi mengenai kesulitan yang dihadapi petani di tanah air. Mereka kesulitan menjual hasil pertanian karena harus berhadapan dengan kebijakan import. Akhirnya, warga Perumahan Griya Tugu Asri, Kelurahan Palsu Gunung, Kecamatan Cimanggis ini, bersama beberapa temannya mencetuskan ide membangun bisnis di bidang pertanian.

“Saya melihat bisnis ini prospeknya sangat bagus. Saya langsung membuat konsep bisnis ini dan Alhamdulilah berkembang pesat. Belum ada pengusaha di bidang ini. Makanya saya optmis,” jelas Iqbal.

Bapak anak tiga ini menjelaskan, iGrow adalah sebuah platform yang membantu petani lokal, lahan yang belum optimal diberdayakan, dan para investor penanaman untuk menghasilkan produk pertanian organik berkualitas tinggi.

Sampai saat ini hanya dengan pasar Indonesia, iGrow telah berhasil mempekerjakan 2.200 lebih petani di 1.197 hektar lebih lahan dan memperoleh lebih dari 500 ton panen kacang tanah yang baik dan berkualitas.

Tidak hanya itu, iGrow juga telah menjadi sumber pendapatan bagi para petani, pemilik lahan, dan investor penanaman. “Di bumi kita ini, terutama negara seperti Indonesia, ada jutaan hektar lahan tidak optimal yang belum diberdayakan secara optimal,” ujarnya.

Menurut dia, ada jutaan petani yang masih hidup di bawah garis kemiskinan karena hasil pekerjaan yang tidak mencukupi. Sementara kebutuhan dan permintaan masyarakat atas makanan dari produk pertanian terus bertambah dari hari ke hari.

Dikatakan, riset yang dilakukan oleh PBB menyebutkan,Indonesia harus meningkatkan lahan pertanian menjadi 2 kali lipat dalam 40 tahun ke depan untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan populasi dunia.

Sedangkan FAO juga menyebutkan kebutuhan pangan dunia akan meningkat hingga 70% karena penambahan 2,3 miliar penduduk dunia di tahun 2050.  “Itulah mengapa kita butuh banyak melakukan peningkatan penanaman pangan,”ujarnya.

iGrow menciptakan model pertanian baru yang scalable dan efisien. iGrow menghubungkan petani, pemilik tanah, investor penanaman, dan pembeli produk pertanian untuk bersama-sama menciptakan penanaman.

iGrow mengidentifikasi tanaman yang punya kebutuhan tinggi di pasar, stabilitas harga dan karakteristik yang baik. Kalu iGrow menghubungkan petani dan lahan yang bisa dipergunakan. Kemudian iGrow membuka peluang pembiayaan penanaman kepada kaum urban.

“Kami memberikan pengalaman seperti bermain game ‘Farmville’ bagi para investor penanaman. Sehingga mereka tidak hanya bisa melihat investasi mereka, tapi juga bisa merasakan senangnya menumbuhkan dan melihat perkembangan tanaman yang mereka danai melalui platform iGrow,” tandas Iqbal.

Dikatakan,  iGrow bukanlah semata produk dengan visi komersial saja. Tapi juga punya misi besar untuk bisa melestarikan kehidupan di bumi. Menciptakan ketahanan pangan yang dapat diakses secara adil dan merata bagi semua manusia di bumi. “Berinvestasi dengan sumber daya yang kita miliki masing-masing untuk menciptakan perubahan yang lebih baik bagi bumi kita bersama,” ujar Iqbal.

Menurut dia, tujuan mereka mebangun bisnis ini untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi petani. Sama untuk mengentaskan masalah pangan yang terjadi di tanah air. “Ini kan menyangkut kehidupan masyarakat juga,” jelasnya.

Perjalanan usaha pria asal Nganjuk, Jawa Timur ini menggeliat pesat awal 2015. Kata dia, banyak perusahan besar di tanah air menjadi rekan kerjanya. Mulai dari perusahaan pangan, perkebunan hingga peternakan.

Para pebisnis itu meminta dirinya mampu menyediakan komoditi pangan dan tumbuhan untuk penyediaan stok bahan baku untuk perusahaan tersebut. “Macam-macam mereka minta ke saya. Ada jagung, padi sama bibit tanaman obat sampai tanaman buah. Untuk memenuhi itu saya harus celat bergerak dengan tim,” paparnya.

Sistem kerja iGrow adalah mencari pemodal dalam menyewa lahan pertanian untuk memenuhi pesanan perusahaan yang menjadi rekanan. Kemudian, mereka juga menyediakan bibit unggul dan mencetak pertanian moderen untuk mempercepat masa panen pangan. “Biar cepat, saya riset ke sejumlah negara yang sudah memiliki riset tentang pertanian moderen,” tuturnya.

 

Alasan Iqbal cukup sederhana dalam membangun bisnis tersebut. Yakni menyelesaikan masalah pangan yang dihadapi negara. Karena, hampir setiap tahun impor pangan dilakukan sedangkan hasil lahan melimpah ruah. Juga mengubah pola kerja petani dengan menggunakan teknologi yang ada.

“Petani kami ajarkan cara menanam, prosesing sama pengemasan dengan teknologi. Hasil tanah di Indonesia ini dapat melimpah ruah dan tidak perlu impor, justru bisa ekspor ke manca negara,” jelasnya.

Pada 2016 silam kata Iqbal, sejumlah tempat di beberapa provinsi dibangun pusat penelitian pusat pengembangan bibit pertanian dan penggemukan hewan. Dari sana pula, pada pertengahan tahun sejumlah pebisnis manca negara berdatangan untuk mengajak bekerja sama dengan iGrow Indonesia.

Diantaranya, Australia, Malaysia, Singapura, Prancis, Italia, Swiss sampai Amerika. Tak hanya itu, lembaga seperti PBB pun sempat memanggil iGrow Indonesia menjadi penyedia pangan sebagai bantuan bagi negara miskin. Namun, Iqbal hanya mengambil kerja sama dengan pebisnis di Asia saja serta PBB.

“Saya konsenkan berbisnis di tanah air saja. Ini untuk mensejahterakan petani kita. Untuk PBB saya hanya menyediakan konsep saja dengan menunjuk beberapa negara di Asia dalam penyediaan pangan. Tentunya tawaran ini sebuah kebanggaan bagi kami dan Indonesia khususnya,” tuturnya.

Atas kegigihannya membangun bisnis ini, Iqbal mendulang keberhasilan gemilang. Perusahan yang diberinama iGrow ini pun menjadi incaran sejumlah pengusaha di Asia dan beberapa negara maju. Sejumlah penghargaan bergengsi tingkat nasional dan internasional disabet oleh iGrow Indonesia. Salah satunya penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk kategori food pada 2018. Serta juara pertana perlombaan StarUp World Cup regional champion di Amerika dan Australia.  (*)

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.