Melobi Garuda Terbang dari Tasik

142
KERJA SAMA. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman bersama Direktur Operasional Garuda Indonesia Bambang Adisurya Angkasa usai pertemuan di Gedung Management GA City Kompleks Perkantoran Cengkareng Jakarta Rabu (31/10).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Kota Tasik ditargetkan bisa langsung dan tersambung dengan dunia internasional. Caranya? Menambah maskapai. Nanti penumpang dari Bandara Wiriadinata bisa terbang ke bandara internasional. Bisa ke Soekarno-Hatta di Tangerang. Bisa juga Kertajati di Majalengka.

Jalan menuju target besar itu, kini dibangun Pemerintah Kota Tasikmalaya. Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman langsung bergerak. Dia bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tasikmalaya H Dindin Saefudin Ahmad melobi Maskapai Garuda Indonesia agar membuka penerbangan komersial dari dan ke Tasik.

“Kami meminta Maskapai Garuda bisa melayani rute ke Bandara Wiriadinata Kota Tasikmalaya. Alhamdulillah pihak Garuda respect dan akan membahas usulan dari kami,” ujar Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman saat menghubungi Radar, Kamis (1/11).
Budi didampingi H Dindin Saefudin Ahmad, Rabu (31/10) menemui Direktur Operasional Garuda Indonesia Bambang Adisurya Angkasa di Gedung Management GA City Kompleks Perkantoran Cengkareng Jakarta. Mereka memaparkan pentingnya akses penerbangan lengkap. Terutama penghubung dari Tasikmalaya langsung ke luar negeri.

“Berharap dari Wiriadinata itu bisa masuk Bandara Soekarno-Hatta atau Kertajati. Ini kan bandara internasional. Jadi bisa menghubungkan langsung ke luar negeri,” tutur orang nomor satu di Pemkot Tasikmalaya ini.

Analisisnya, potensi penumpang pesawat dari Tasikmalaya ke luar Jakarta saat ini relatif bagus. Maskapai Wings Air Lion Air Group mencatat load factor dari Wiriadinata Kota Tasikmalaya menuju Halim Perdanakusuma Jakarta, menembus angka 82 persen.
“Maka kami membutuhkan rute baru dan tambahan pesawat yang masuk ke Tasikmalaya. Dalam rangka mendongkrak iklim investasi, pariwisata serta ekonomi yang meningkat di kawasan Tasikmalaya dan Jabar Selatan pada umumnya,” terang Budi.

Dia bercerita. Akhir Desember 2018, panjang landasan Bandara Wiriadinata sudah selesai. Panjangnya naik 400 meter. Itu sesuai janji Presiden RI Joko Widodo saat peresmian Bandara Wiriadinata tahun lalu. Jadi, kini bandara kebanggaan warga timur Jawa Barat ini memiliki panjang landasan 1600 meter.

Di Bandara Wiriadinata juga sedang dibangun perkantoran bandara dan lampu runway. Itu supaya bandara dapat beroperasi di malam hari. “Selama 2017 dan 2018 dukungan anggaran pembangunan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terakumulasi senilai Rp 50 miliar untuk Bandara Wiriadinata,” jelasnya.

Kepala Bappelitbangda Kota Tasikmalaya H Dindin Saefudin Ahmad menjelaskan saat pertemuan dengan manajemen Maskapai Garuda dibahas juga master plan induk Bandar Udara Wiriadinata. Bersama Direktur Bandar Udara Kemenhub di Kantor Direktorat Bandar Udara Sainath Tower Jakarta.

“Sementara di pusat menyiapkan serangkaian pembangunan untuk memaksimalkan bandara, kami pun mengupayakan akses representatif dari Jalan Letjen Mashudi ke lokasi bandara,” ungkapnya.

Sejauh ini, kata Dindin, studi kelayakan serta detail engineering design (DED) sudah dipenuhi. Tahun 2019 akan dilaksanakan pembahasan pembebasan lahan dari Jalan Letjen Mashudi ke Bandara Wiriadinata.

“Kita bahas tahun depan untuk pembebasan lahan, selagi APBD Tahun 2019 sedang dalam pembahasan,” tegas Dindin.

Danlanud Wiriadinata Letkol PNB M Pandu Adi Subrata SH, sebelumnya, mengatakan bandara sipil rencananya dilakukan pemisahan.

“Bandara Wiriadinata Lanud ini statusnya enclave sipil dimana bandara sipil menumpang ke TNI AU. Nantinya, bandara sipil bila sudah selesai akan berlokasi di pertengahan runway. Rencananya pembangunan tahap awal itu diresmikan 24 Desember mendatang,” paparnya Selasa (18/9).

Pandu menjelaskan tujuan pemisahan sendiri supaya aktivitas penerbangan sipil dan militer tidak saling mengganggu. Nantinya ada akses tersendiri bagi penumpang yang hendak mendatangi bandara. “Nanti ada akses sendiri menuju bandara, mungkin ada pembebasan dari terminal sipil ke daerah barat sekitar 500 meter,” jelasnya.

Selain itu, kata Pandu, jika sudah mandiri diharapkan ada penambahan frekuensi penerbangan dari Bandara Wiriadinata ke depannya. Mengingat apabila bandara sudah mandiri akan diimbangi akselerasi pengadaan sarana penunjang supaya bandara berjalan dengan baik dan nyaman.

“Kemarin juga sudah ada lampu dari Mabes TNI AU, kemudian kementerian juga berencana membuka rute baru ke daerah terdekat seperti Yogyakarta,” ujarnya. (igi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.