Melukis untuk Terapi dan Prestasi

102
0
TUNJUKKAN KARYA. Siswa SLB Yayasan Bahagia Sida Rohmatul Fadilah (ketiga, kanan) bersama teman-temannya menunjukkan karya lukisan. Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Bahagia Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya menggelar pelatihan melukis. Hal ini untuk mendorong anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam mengekspresikan minat, bakat dan potensinya di bidang seni.

Kepala SLB Yayasan Bahagia Lia Anjasmara MPd mengatakan pelatihan melukis diperuntukkan untuk ABK yang tuna rungu, adapun pelatihan mewarnai untuk tuna grahita. Pelatihan ini bermanfaat untuk pendidikan karakter seperti menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian kaum difabel dalam berkreativitas.

“Melukis diperlukan untuk ABK. Sebab dengan melukis siswa bisa mempelajari banyak hal misalnya bentuk, warna, ukuran dan ketepatan berbagai jenis objek yang ada di lingkungan sekitar sekolah ataupun masyarakat,” kata dia kepada Radar, Minggu (24/11).

Pelatihan ini sebagai upaya agar ABK bisa mendapatkan prestasi baik tingkat kota, provinsi maupun nasional. Terlebih melukis ini merupakan salah satu mata lomba pada festival ataupun pekan kreativitas siswa.

“Alhamdulillah sekolah kami bisa juara 1 melukis tingkat Kota Tasikmalaya dan mewakili ke provinsi serta juara 1 membatik pada ajang Lomba Keterampilan Siswa Nasional (LKSN) untuk ABK tingkat provinsi,” katanya.

Guru Melukis SLB Yayasan Bahagia Afrudin menjelaskan kegiatan belajar melukis di SLB tersebut digelar setiap Rabu untuk kelas B tuna rungu dari tingkat SMP dan SMA yang jumlahnya 30 siswa.

Loading...

Keterampilan melukis ini, sambungnya, sebagai terapi dalam melatih kesabaran dan ketekunannya serta sebagai bekal untuk kehidupan mereka. “Seni itu melatih rasa jadi mereka akan peka jika berada di lingkungan terutama menjaga kebersihan dan keindahan,” katanya.

Selain itu, tambahnya, kegiatan melukis ini dapat melatih kemandirian dan kerja sama antara kelompok. Sebagai contoh, ketika selesai melukis mereka bersama-sama membersihkan alat-alat yang digunakan serta merapikan dan menempatkan kembali peralatan lukis pada tempatnya.

Siswa SMP SLB Yayasan Bahagia Sida Rohmatul Fadilah mengatakan, ia mengembangkan potensi seni melukisnya sejak 6 bulan terakhir walaupun dirinya tuna daksa tidak mengurangi kelihaiannya dalam membuat gambar yang bermakna. Dirinya sering terinspirasi membuat gambar pemandangan dan kasih sayang ibu.

Hasil karyanya sekarang sudah banyak diapresiasi. Ada yang minta dibuatkan untuk hadiah ulang tahun ada juga yang membeli hasil karyanya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.