Beranda Insiden Memalukan..! Siswi Kelas 2 SMP di Kota Tasik Ngaku Dicabuli Kepseknya

Memalukan..! Siswi Kelas 2 SMP di Kota Tasik Ngaku Dicabuli Kepseknya

419
BERBAGI
MENANGIS. Ra menangis dipelukan ibunya usai menceritakan kejadian yang dialaminya kepada wartawan di rumahnya Kamis (5/4). foto; Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya.

Korban: Dilakukan Siang Hari di Rumah Sang Pendidik

KOTA TASIK – Dugaan pencabulan yang dilakukan oknum kepala sekolah (Kepsek) kepada muridnya terjadi di Kota Tasikmalaya.

Siswi kelas VIII di salah satu sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) di Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya mengaku menjadi korban pencabulan kepala sekolahnya, Ag. Korban, Ra (13) mengaku dicabuli kepsek-nya sejak pertengahan 2017.

Modusnya, sang kepsek cabul ini memanggil Ra ke rumahnya saat jam belajar. Saat itu, korban mengaku diberi minum air mineral dalam kemasan gelas plastik.

“Habis minum langsung pusing dan tidak ingat apa-apa lagi,” ujarnya kepada wartawan di rumahnya Kamis (5/4).

Ketika bangun, korban sudah berada di kamar Ag. Kancing bajunya terbuka. Roknya menyingkap. Dia mengaku sudah menjadi korban tindak asusila kepsek. ”Saya diancam (jika buka suara, red),” ujarnya.

Pencabulan kepadanya, kata korban berulang. Biasanya dia diberi minuman ketika Ag melakukan aksinya.

Korban mengaku bagian-bagian tubuh sensitifnya sering diraba dan diciumi Ag. Dia mengaku tidak berdaya, karena selalu takut dengan ancamannya.

“Lebih dari sepuluh kali. Biasanya hari Rabu (dicabuli, red),” terangnya.

Pencabulan kepadanya, kata korban, bukan hanya di rumah Ag. Aksi cabul itu juga pernah dilakukan di kantor sekolah ketika sepi.

Padahal korban mengaku selalu menolak. Dia mengingatkan Ag sudah memiliki istri. ”Saya ingat itu hari Jumat bulan Februari 2018,” tuturnya.

Aksi pencabulan oknum kepsek kepadanya, kata korban, terakhir 4 Maret 2018 di rumah sang kepsek.

Beberapa hari kemudian setelah itu, korban mengadukan aksi asusila itu kepada keluarganya.

Tidak terima dengan apa yang dilakukan Ag, keluarga pun melaporkan sang kepsek itu ke Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, 14 Maret 2018.

Mewakili keluarga, sang kakak berharap kepolisian bisa memproses hukum oknum kepsek itu tanpa mempertimbangkan statusnya sebagai kepala sekolah.

Pasalnya perbuatan Ag sudah merusak masa depan adik bungsunya. ”Kami menuntut keadilan dan kebenaran dibukakan,” tuntutnya.

Ibu korban mengatakan anaknya memang terlihat berbeda akhir-akhir ini. Dia tidak menyangka kalau anaknya itu mendapat perlakuan asusila dari orang yang seharusnya membimbingnya. ”Jadi sering melamun anaknya,” ungkap dia.

Selain melaporkan kepada aparat kepolisian, keluarga juga sudah berupaya mencari bantuan hukum untuk mengawal kasus tersebut.

Terpisah, Kapolres Tasikmalaya Kota  AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf mengakui adanya pelaporan dari keluarga Ra.

Pihaknya sudah melakukan penyelidikan untuk memastikan kejelasan dari apa yang dialami korban.

”Laporannya sudah masuk dan kami tindak lanjuti dengan penyelidikan,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (5/4).

Pihaknya mengaku sudah mengumpulkan beberapa keterangan saksi. Akan tetapi masih diperlukan pendalaman.

Ditambah sampai kemarin penyidik belum bisa meminta keterangan dari korban karena kondisi yang tidak memungkinkan. ”Kita masih menunggu korban benar-benar pulih,” katanya.

Ketika hendak dikonfirmasi, Kamis siang (5/4), Ag sedang tidak ada di rumah maupun sekolahnya.

Dari keterangan petugas sekolah dan pekerja di rumahnya, Ag sedang ada urusan di luar. (rga)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.