Membanggakan, Mahasantri Ponpes Idrisiyyah Tasik Berprestasi di Tingkat Nasional

91
0
MEMBANGGAKAN. Mahasantri Pondok Pesantren Idrisiyyah, Siti Nur Iffah Kamiladewi (kanan) berprestasi sampai ke tingkat nasional. Dia menjadi pembicara Muktamar Santri di Yogyakarta pada 14-16 Oktober 2020.

Mahasantri Pondok Pesantren Idrisiyyah Siti Nur Iffah Kamiladewi berprestasi sampai ke tingkat nasional. Dia menorehkan prestasi dalam karya tulis ilmiah dan menjadi pembicara pada Muktamar Santri di Yogyakarta pada tanggal 14-16 Oktober 2020.

“Saya juga pernah menjadi narasumber pada tahun 2018 lalu di acara yang sama,” kata Siti Nur Iffah Kamiladewi Selasa (3/11/2020).

Untuk menjadi narasumber pada Muktamar Santri tersebut, Siti Nur Iffah Kamiladewi mengikuti beberapa seleksi.

Sebelumnya, dia mengikuti penelitian yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia setiap dua tahun satu kali.

“Alhamdulillah tahun ini lolos kembali dan menjadi narasumber lagi,” ungkapnya.

Dalam seleksi untuk karya ilmiah itu, tahun 2018, kata dia, ada 180 peserta lebih dari seluruh Indonesia. Sedangkan untuk tahun 2020 yang lolos dalam seleksi 20 peserta. “Untuk kegiatan tahun ini di laksanakan di Hotel 101 Tugu Yogyakarta,” kata dia menjelaskan.

Baca juga : Sekuriti Warga Rajapolah Tasik Nyambi Jadi Bandar Hexymer, Pelanggannya Anak SMA

Karya tulis ilmiah tahun ini, Siti membahas tentang Tasawuf di Program Serambi Islami di TVRI oleh Syaikh Muhammad Faturrahman MAg.

“Untuk tahun 2018 sama juga tentang tasawuf. Hanya saja lebih mendalami pendidikan tasawufnya,” jelas dia.

Untuk berprestasi sampai tingkat nasional, dia menyiapkan diri. Mulai belajar dan terus membaca buku referensi. Karena dalam penelitian itu harus menonjolkan permasalahan-permasalahan yang tidak bisa atau berbeda dengan lainnya.

“Kebanyakan dalam presentasi itu pembahasannya mengenai kegiatan yang sudah lumrah atau setiap hari dilakukan, karena memang yang dibahas dalam tulisan saya tentang tasawuf dalam pertelevisian,” kata dia.

Apalagi sampai saat ini baru pertama kalinya ada tasawuf melalui televisi yang banyak digemari oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

“Hasil review penelitian salah satu penguji dari Johar Malaysia menyarankan tidak hanya ajaran tasawufnya saja yang diangkat melainkan sama pesantrennya karena memang sudah terkenal. Bahkan ada warga jepang yang mencari pendidikan pesantren yang akhirnya datang ke Pesantren Idrisiyyah,” kata Siti yang juga mahasiswa Universitas Siliwangi Jurusan Pendidikan Biologi ini.

Saat ini tasawuf, kata Siti, sudah dikenal semua orang. Selain melalui informasi mulut ke mulut, ceramah juga melalui ceramah di layar televisi.

“Bahkan dikenalnya tidak hanya di Indonesia saja bahkan hingga luar negeri seperti salah satunya Malaysia,” tutur warga Jakarta tersebut.

Penelitian ilmiah juga membawa Siti kini jauh lebih mengenal tasawuf. “Untuk penelitian kali ini lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya karena di masa pandemi, hampir setengah tahun. Untuk sebelumnya hanya 3 bulan,” kata dia menjabarkan.

Kini, dia terus fokus meningkat pengetahuan karya ilmiah tersebut meski saat ini sudah di semester akhir. “Kalau ada event seperti itu saya akan ikut lagi,” ujar dia.

Rencananya karya ilmiahnya itu akan dipublikasikan di Jurnal Ma’had Aly Pondok Pesantren Idrisiyyah. “Untuk tahun 2018 sudah dipublikasikan,” ujarnya.

Siti berharap prestasi dalam bidang karya ilmiah itu menjadi motivasi bagi mahasantri lainnya.

Karena prestasi itu terbuka lebar bagi mahasantri-mahasantri lainnya asalkan memiliki kemauan belajar. “Saya harap jejak saya ini bisa diikuti oleh santri lainnya,” kata Siti berharap. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.