Membangun Jati Diri Anak Sejak Dini

4

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Jati diri anak sangat penting dibentuk sejak dini. Untuk itu dibutuhan sinergitas dan keteladan dari orang tua dalam membangun jati diri anak. Hal ini diungkapkan oleh Praktisi Parenting dari Komunitas Inspirasi Nabawiyah (Koin) Royani Shaliha di Aula RS Bunda Aisyah Tasikmalaya Minggu (9/9).

Dalam seminar yang digelar Komunitas Madrasah Ibu Rumah Tangga ini Royani menjelaskan bahwa jati diri atau konsep diri ini merupakan cara seseorang memandang dirinya. Cara pandang ini akan mempengaruhi cara dia bersikap, menentukan cita-cita dan melejitkan pekerjaannya kelak.

“Yang sangat menentukan pembentukan konsep diri anak adalah orang tua, jika orang tua salah maka bisa sulit. Contoh sikap yang membuat hambatan dalam membentuk konsep diri di antaranya mudah memberi label pada anak,” terang Royani.

Misalnya, anak malas bangun untuk makan, orang tua memberi label pemalas. Saat anak tidak maksimal dalam pelajaran matematika di sekolahnya, orang tua men-judge anaknya tidak bisa, padahal anak pasti mempunyai kelebihan dalam bidang lain.
“Kesalahan penyampaian kepada anak ini menjadi penghambat dalam pembentukan konsep diri. Salah dalam berkomunikasi bisa membuat salah persepsi pada anak, sehingga harus disampaikan dengan cara yang lebih baik,” tuturnya.

Solusinya, terang Royani, orang tua harus menjalin komunikasi yang sehat dengan anak. Orang tua harus mau mendengarkan anak, memberikan contoh dan keteladanan pada anak.
Kalau konsep diri pada anak sudah terbentuk, sambung ia, anak bisa melejitkan bakatnya sehingga lebih mudah dalam menggapai cita-citanya. Rasa percaya dirinya pun akan meningkat.

Ketua Pelaksana sekaligus Founder Madrasah Ibu Rumah Tangga Herlina Husen menuturkan, seminar parenting Islam tersebut baru pertama kali dilaksanakan. Kegiatan ini untuk menambah wawasan para ibu terkait ilmu mendidik anak.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami, karena banyak keluarga muslim, khususnya para ibu yang selalu merasa haus ilmu dalam mendidik anak-anaknya supaya berhasil,” tutur Herlina yang akrab disapa Ummu Inna ini.

Seminar yang dibuka oleh Ketua Harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tasikmalaya Dra Hj Nunung Kartini MPd ini juga menjelaskan peran ayah sebagai pendidik anak.

Jadi pendidikan dalam keluarga itu bukan tanggung jawab seorang ibu saja, tapi juga tanggung jawab ayahnya sehingga perlunya sinergi antara ayah dan ibu dalam pola asuh anak.

“Harapan kami, dengan adanya madrasah ibu rumah tangga ini makin banyak lagi ibu yang profesional dalam men­­jalankan perannya. Ja­ngan bilang tidak punya passion menjadi ibu, tapi seorang perempuan harus mulai menghayati peran itu dan maksimalkan dengan pengetahuan,” ungkapnya. (ais)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.