Membangun Kekuatan Ekonomi Syariah

13

TASIK – Sistem ekonomi syariah dinilai punya potensi dalam mengembangkan perekonomian masyarakat Priangan Timur. Perlu ada gebrakan khusus untuk menerapkan sistem keuangan Islam ini supaya memasyarakat.

Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) melakukan diskusi di Studio Radar TV, Selasa (4/12). Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya Heru Saptaji, Tokoh Ulama H Maman Suratman, Asda II Kabupaten Tasikmalaya H Budi Utarma Wahyudin, Ekonom dan Akademisi Prof Dr Kartawan SE MP, Ketua 1 IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) Gontor Cabang Tasikmalaya Ahmad Burhanudin, Kaharudin Yasin, Direktur Radar Tasikmalaya Group Dadan Alisundana, Pemred Harian Radar Tasikmalaya Usep Saepulloh dan GM Radar TV Arif Hidayat dan tokoh lainnya.

Ekonom Prof Dr Kartawan SE MP mengatakan Tasikmalaya sebagai Kota Santri idealnya sudah bisa memberlakukan sistem ekonomi syariah. Namun pada kenyataannya hal itu belum diterapkan oleh masyarakat. Padahal ekonomi syariah ini bisa jadi lokomotif perekonomian daerah.

Begitupun menurut Tokoh Ulama H Maman Suratman, syariah Islam ini sangat positif dan bersifat universal, bahkan diadopsi oleh negara lain yang mayoritas warganya non muslim, salah satunya Jepang. Syariah Islam ini diterapkan dalam hal perniagaan maupun tatanan kehidupan sehari-hari seperti menjaga kebersihan.

Kepala Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya Heru Saptaji menilai pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak jika disesuaikan dengan karakteristik daerah. Ekonomi syariah dipercaya bisa menjadi basis potensi yang kuat di wilayah Priangan Timur karena banyaknya pesantren.

Pihaknya akan melakukan pemetaan pesantren yang produktif dan potensial. Pihaknya akan melakukan pendampingan secara maksimal sebagai pilot project. “Setelah berhasil pesantren ini akan kita jadikan model, pesantren-pesantren lain bisa belajar mengelola aktivitas ekonomi dengan baik,” terangnya.

Masih dalam upaya menggerakan ekonomi masyarakat, Ketua 1 IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) Gontor Cabang Tasikmalaya Ahmad Burhanudin menggagas pembentukan Kampung Syariah yakni kampung yang menjalani aktivitas secara syariah khususnya dalam bidang perniagaan.

“Program ini sudah dirintis sejak lima tahun yang lalu ini, dan baru menyentuh masyarakat secara parsial,” ujar Ahmad yang juga owner Bimago Inspirator Tasikmalaya (Intensive Private Teaching of Gontor).

Ia mengatakan, pembentukan Kampung Syariah ini diawali dari individu dan keluarga. Pada tahap awal, program ini menyasar masyarakat ekonomi rendah. Mereka diberikan pendanaan untuk modal usaha serta pembinaan berdagang secara syariat Islam.

“Jadi jangan sampai masyarakat bawah ini sudah kurang secara ekonomi, juga tidak ibadah. Nah, tim Kampung Syariah berusaha menyentuh mereka dengan memberikan pembinaan secara rill sehingga mereka bekerja keras dan taat ibadah,” katanya. Hingga saat ini sudah lebih dari 50 orang yang mendapat pembinaan dari tim Kampung Syariah.

“Targetnya bisa terwujud suatu Kampung Syariah sebagai kampung percontohan yang bisa diterapkan di Priangan Timur. Tentu hal ini membutuhkan support dari pemerintah,” ungkapnya.

Ciri-ciri Kampung Syariah ini yakni masyarakatnya bisa menjalankan pola dan tatanan kehidupan berdasarkan syariat Islam, misalnya tidak ada tipu menipu saat berdagang, menciptakan kondisi pasar yang bersih, warung yang higienis, tidak mengurangi timbangan dagang , menjauhi praktik riba dan lain-lain. (rga/na)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.