Membangun Keluarga yang Kuat

32
Renny Ressy

TASIK – Menjadi ibu di zaman modern memang penuh dengan tantangan. Hal tersebut diungkapkan Renny Ressy, humas Sekolah Tinggi YBS Internasional (STT YBSI) Tasikmalaya sekaligus manager TUK Buana.

“Tantangannya kompleks, tapi bersyukur karena menjadi ibu masa kini punya banyak pilihan dalam menjalani hidup, salah satunya bisa bekerja sambil mengurus keluarga,” kata istri dari Teddy ini.

Menjadi be modern mom harus bisa menyeimbangkan ketiga hal yakni karir, keluarga dan kehidupan sosial. “Kuncinya tetap bisa menentukan prioritas dan menyeimbangkan ketiga hal tersebut. Kita juga harus percaya diri bahwa bisa menjadi yang terbaik di ketiga aspek tersebut,” ujar ibu dari Rafa (12), Trishtan (6) dan Ferly (3). Ia mengatakan. ada tiga hal yang ia lakukan dalam upaya menjadi modern mom yakni wake up, fight dan repeat.

“Wake up secara harfiah dan non harfiah. Seorang ibu harus bangun tidur lebih awal agar semua pekerjaan rumah bisa selesai tepat waktu. Makanya saya terbiasa bangun jam 4 pagi untuk menyiapkan kebutuhan suami dan anak-anak. Setelah mereka berangkat, saya baru bersiap untuk bekerja,” katanya.

Lebih dari ibu, seorang ibu juga harus wake up atau membangun rasa percaya diri, siap dan siaga  menjalani hari yang penuh tekanan maupun tantangan. “Dengan begitu bisa membangun prestasi di tempat kerja dan menjadi ibu yang baik untuk anak-anak,” ujarnya.

Seorang ibu juga harus fight, dalam arti selalu membuat yang terbaik tiap harinya. “Harus jadi teladan bagi anak-anak. Dengan melihat saya bekerja keras, diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak kelak menjadi seorang yang pekerja keras pula,” ujarnya. Seorang ibu juga tak hanya harus mampu merancang prioritas, tapi harus bisa berjuang menjaga kesehatan. “Harus sehat dengan memberikan nutrisi untuk tubuh dan otak. Caranya dengan meng-up grade diri, banyak membaca dan terus belajar,” ujarnya.

Yang tak kalah penting repeat yakni bagaimana seorang ibu mampu secara kon­sisten men­jalankan tugas sebagai ibu, pantang menyerah, mempelajari hal-hal baru, menerapkan long life education dan mampu mengatur waktu. “Makanya saya setiap hari selalu membuat to do list di layar laptop, tujuannya agar semua kegiatan terencana dan terlaksana dengan baik,” katanya.

Ressy menceritakan, selain berkarir di STT YBSI, sejak setahun lalu ia pun menjadi Anggota Ikatan Sekretaris Indonesia (ISI). Hal itu tentunya menambah deretan aktivitas di luar kota. Hal tersebut tidak menjadi penghambat untuk tetap menjalin keakraban bersama keluarga. “Untuk kegiatan luar kota biasanya saya bawa anak-anak. selagi saya berakivitas, mereka main ditemani Papanya yang juga turut serta mendampingi. So. saya bisa memanfaatkan waktu senggang di sela-sela kesibukan bersama keluaga tercinta,” katanya.

Bagi Ressy,  menjadi sukses setelah berkeluarga tak hanya terletak pada pencapaian, tapi bagaimana kita menciptakan sebuah keluarga yan kuat untuk menghasilkan generasi berkualitas. (na)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.