Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

88.5%

3.1%

0.3%

5.9%

0%

1%

0%

Membentuk Karakter Anak Peduli Lingkungan

28
0
TALK SHOW Jajang Firdaus SAg (kanan) bersama Sugimin MPd dan Ika Kartika MPMat foto bersama usai Talk Show Bincang Radar di Studio Radar TV Senin (18/11). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Mewujudkan generasi berbudaya lingkungan, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tasikmalaya menggencarkan program madrasah berbudaya lingkungan sehat.

Wakil Kepala MAN 2 Tasikmalaya bidang kesiswaan Jajang Firdaus SAg mengatakan program lingkungan sehat sebagai media menciptakan sekolah budaya lingkungan serta membangun karakter siswa yang cinta dan berwawasan lingkungan.

“Budaya lingkungan ini untuk membangun karakter siswa madrasah yang peduli kebersihan dan kesehatan” kata dia saat Talk Show Bincang Radar di Studio Radar TV Senin (18/11).

Jadi, tambahnya, selain peduli dengan sesama, siswa juga harus peduli dengan lingkungan. Maka, madrasah membuat kegiatan yang berhubungan dengan sekolah berbasis lingkungan.

Implementasinya dengan membangun sekolah yang indah dan ramah anak. Siswa pun diwajibkan membawa tempat makan dan tempat minum dari rumah agar tidak memakai plastik saat jajan.

Selain itu, menggerakkan program sekolah berbudaya lingkungan dari kegiatan intrakulikuler OSIS MAN 2 Tasikmalaya juga berinovasi membuat bank sampah yang mempunyai nilai ekonomis.

Selain itu siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler juga diberikan tanggung jawab merawat tanaman seperti hutan sekolah, tanaman buah-buahan, tanaman obat-obatan keluarga, kolam dan tanaman dinding vertikal.

“Merawat lingkungan ini jadi tanggung jawab bersama. Misalnya siswa Paskibra merawat taman vertikal dengan menyiram setiap pagi dan sore,” ujarnya.

Wakil Kepala MAN 2 Tasikmalaya bidang kurikulum Sugimin MPd menjelaskan madrasah sudah menerapkan pengembangan kurikulum berbasis lingkungan. Tujuannya meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran warga madrasah akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar.

Penerapan sekolah berbudaya lingkungan dilakukan dengan pembiasaan siswa juga penerapan materi tentang lingkungan hidup pada 20 mata pelajaran yang terintegrasi.

“Misalnya pelajaran biologi dan prakarya (SBL), guru memberikan materi kepada siswa bisa langsung berhubungan dengan lingkungan hidup. Misalnya prakarya memberikan materi pemanfaatan limbah dan biologi dengan praktik pembuatan biopori dan hidroponik,” katanya.

Selain itu, guru dapat memberikan pemahaman tentang sekolah budaya lingkungan hidup dengan meminta siswa agar membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan.

Wakil Kepala MAN 2 Tasikmalaya bidang Humas Ika Kartika MPMat mengatakan, partisipasi aktif warga sekolah dapat mewujudkan lingkungan madrasah yang bersih dan sehat.

Sehingga, lanjut Ika, madrasah mengarahkan siswanya untuk dapat pengelolaan sampah non organik untuk pembuatan ecobrick yang menjadi solusi masalah sampah plastik nan visioner.

“Diperlukan adanya kepedulian dari siswa sehingga ketika melihat sampah plastik langsung berpikir pemanfaatan sampah. Madrasah mendorong siswa untuk membuat ecobrik dari plastik yang dipadatkan untuk menjadi kursi dan membuat baju dari plastik keresek untuk peragaan busana,” katanya.

Adanya program budaya lingkungan ini maka MAN 2 Tasikmalaya mengikuti penilaian Sekolah Adiwiyata. Tujuannya bukan sekadar penghargaannya tetapi menanamkan kebiasaan siswa dalam menjaga lingkungan. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.