Memberi Uanga ke Pengemis di Banjar Bisa Dipenjara

463
0

BANJAR – Masyarakat diminta tidak memberikan uang kepada gelandangan, pengemis atau anak jalanan di Kota Banjar. Hal tersebut sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Kota Banjar Asep Tatan mengatakan dalam pasal 71 ayat 1 disebutkan setiap orang yang melanggar ketentuan atau menjadi pengemis jalanan, anak jalanan, gelandangan, kegiatan sejenis serta dengan sengaja memberikan sejumlah uang, bisa kena sanksi dan denda.

“Diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling besar Rp 500 ribu setiap kali melakukan hal tersebut,” ujarnya kepada wartawan Rabu (15/5).

Dia menyarankan masyarakat menyalurkannya ke lembaga yang legal, seperti Baznas atau yayasan. “Biasanya di bulan Ramadan seperti ini banyak bermunculan pengemis atau gelandang dadakan di Kota Banjar yang entah datang dari mana. Hal ini tentu harus disikapi bersama,” ungkap dia.

Kabid Reksos Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjar Hani Supartini menambahkan masyarakat tidak sembarang memberikan uang di jalanan.

“Kan sekarang sudah ada lembaga yang jelas, tinggal disalurkan ke sana. Lagian mereka sangat membutuhkan dibandingkan pengemis di jalanan. Bagaimana kalau ada menyamar jadi pengemis, kan sudah banyak kejadian sekarang seperti itu,” ungkapnya. (nto)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.