Memperbanyak Resapan Air

211
0
RESAPAN AIR. Menjaga ketersediaan air, Owner PT Super Plastin Lungnajaya Ho memperbanyak sumur resapan di sekitar pabrik. Firgiawan / Radar Tasikmalaya
Loading...

Meski ketersediaan air di wilayah Kelurahan Cipawitra Kecamatan Mangkubumi terbilang aman, pabrik plastik Super Plastin tetap berupaya menjaga ketersediaan air. Salah satunya memperbanyak sumur resapan.

Owner PT Super Plastin Lungnajaya Ho menceritakan sejak tiga tahun terakhir dirinya mulai terpikir untuk membuat resapan air secara mandiri di areal produksi. Mulai membuat kolam retensi sampai dengan memperbanyak biopori pada saluran air. Tujuannya, supaya air hujan tidak hanya melintas di permukaan, namun terserap ke dalam tanah.

“Ini salah satu investasi cadangan air di masa yang akan datang. Walau pun saat ini wilayah kami terbilang debit airnya baik, tetapi untuk menyimpan cadangan di masa yang akan datang,” tuturnya kepada Radar saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/6).

Pria yang akrab disapa Koh Awun itu mengatakan awal mula terpikirkan membangun resapan air secara mandiri. Ketika dia terjun mendistribusikan air bersih terhadap titik rawan kekeringan. Saat itu, dia mengaku khawatir apabila hal tersebut juga menimpa tempat usaha atau tempat tinggalnya.

“Dari situ, saya mulai terus membangun dan berinovasi dalam membuat resapan air sebaik mungkin. Tahun lalu juga mulai membangun bak penampungan air yang bersumber dari air hujan yang jatuh keatap bangunan-bangunan di pabrik,” ucapnya.

Saat ini, kata dia, bak penampung tersebut bisa menyimpan cadangan air sekitar 100 kubik, sehingga, da­pat dimanfaatkan bagi aktivitas di sekitar pabrik tanpa harus melulu mengan­dalkan sumur. Di setiap bangunan pabrik, juga terus diperbanyak underdrain box storage (kotak penampungan air dengan biopori).

Di dalam underdrain box storage terdapat biopori. Jadi air tidak hanya melintas tapi terserap langsung ke dalam tanah. Kemudian, sisanya bisa mengalir ke saluran pembuangan.

Loading...

“Jadi kita juga meminimalkan risiko tumbuhnya jentik nyamuk. Sebab, air tidak tergenang dan langsung diserap atau pun dibuang,” jelas Awun.

Pegiat sosial yang aktif di Paguyuban Tionghoa Tasikmalaya (PTT) ini berharap masyarakat bisa melakukan hal serupa. Terutama di wilayah padat penduduk atau perkotaan, sehingga, bisa turut menjaga ketersediaan cadangan air tanah. Kemudian, ketika hujan bisa meminimalkan genangan di saluran atau bahkan di jalan umum.

“Di sini saya buat lebih dari 10 sumur resapan. Termasuk dua unit di gang dan tepi jalan, untuk masyarakat. Memang perlu niat dan keikhlasan, sebab dampaknya tidak dirasakan langsung karena investasi lingkungan tidak terlihat kasat mata,” kata dia memaparkan. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.