Menang, Ini Berkah Revolusi Skuat Der Panzer

92
0
SELEBRASI. Pemain Jerman Nico Schulz mencetak gol penentu kemenangan saat melawan Belanda kemarin.

AMSTERDAM – Jerman mengakhiri kutukan 23 tahun tak pernah menang di Belanda. Ini pertanda bagus revolusi Der Panzer pasca kegagalan di Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League (UNL).

Gol Nico Schulz di penghujung laga memastikan Jerman unggul 3-2 atas De Oranye di Johan Cruijff ArenA, dini hari kemarin.

Sebelumnya, Leroy Sane dan Serge Gnabry membawa Jerman memimpin 0-2 di babak pertama yang disamakan Matthijs de Ligt di menit ke-48 serta Memphis Depay pada menit 63.

Bagi Jerman, ini adalah revans (balas dendam) setelah Oktober tahun lalu mereka dipermalukan Belanda di lapangan yang sama.

Pada laga UNL itu Si Raja Tanpa Mahkota–julukan Belanda–menggasak Jerman dengan skor 3-0 lewat gol-gol Virgil van Dijk, Memphis Depay dan Georginio Wijnaldum.

Selain itu, kemenangan ini menjadi jawaban atas berbagai kritik pada pelatih Joachim Loew dianggap berjudi dengan menyingkirkan hampir seluruh pemain senior yang memenangkan Piala Dunia 2014.

“Ini bagus untuk kepercayaan diri tim muda ini. Saya bisa hidup dengan kritik. Saya tahu apa potensi kita,” kata Loew dikutip dari Orlando Sentinel.

Loew yang dalam enam laga kompetitif Jerman sebelumnya gagal mempersembahkan kemenangan mengklaim penampilan paruh pertama mereka di Amsterdam sangat luar biasa.

“Babak pertama hebat, kami sepenuhnya mengendalikan permainan. Gol pada babak kedua datang pada waktu yang sangat buruk,” ujar Loew kepada RTL.

Walau cukup puas melihat penampilan Tim Panzer mudanya, Loew memastikan mereka masih perlu melakukan perbaikan untuk bisa kembali berjaya.

“Kemenangan di Belanda sangat bagus, itu akan membantu kami dalam proses selanjutnya,” kuncinya.

Di kubu Belanda yang akhir tahun lalu tampil begitu luar biasa, kekalahan ini membuat mereka kembali menjejakkan kaki di bumi.

“Saya pikir kami tidak memulai dengan baik, tidak tahu persis bagaimana Jerman akan bermain. Mereka sangat baik dengan tiga pemain dan banyak gerakan di depan,” kata Pelatih Belanda, Ronald Koeman, di Sky Sports.

Koeman mengambil seluruh tanggung untuk kekalahan pertama mereka dari Jerman di kandang sejak takluk 0-1 pada 24 April 1996 silam.

“Alasannya, ia tidak merespons masuknya Marco Reus di menit ke-88. Mestinya,” kata Koeman, saat itu ia memperkuat lini belakang sebagai perubahan akhir.

Wijnaldum sama kecewanya dengan Koeman. Bagi gelandang Liverpool itu, mereka sudah menunjukkan daya juang hebat.

“Kami akan bekerja keras untuk menjadi lebih baik,” kata Wijnaldum di Twitter dikutip dari Sportkeeda.

Dengan hasil ini, Belanda harus turun peringkat ke posisi kedua klasemen sementara Grup C. Posisi mereka diambil alih Irlandia Utara yang mengoleksi poin enam usai kembali menang atas Belarusia. Sementara Jerman tetap di posisi ketiga meski mereka baru melakoni satu laga. (amr/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.