Menanti Realisasi Perda Madrasah

85
0

TASIK – Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Guru Madrasah (DPD PGM) Kota Tasikmalaya terus mendorong pemerintah untuk merealisasikan Peraturan Daerah (Perda) Madrasah.

Ketua DPD PGM Kota Tasikmalaya Asep Rizal Asyarie mengatakan, pihaknya konsisten ingin memperjuangkan kesejahteraan guru honorer di madrasah termasuk di sekolah umum. Salah satunya melalui Perda Pendidikan Madrasah yang bisa menjadi payung hukum.

“Perda Madrasah ini sudah di­bahas di tingkat Provinsi Jawa Barat. Mudah-mudahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil serius untuk merea­li­sa­sikan Perda Madrasah ini,” ka­ta dia kepada Radar, Senin (10/6).

Ia mengatakan, pada 21 September 2018 PGM juga sudah bertemu dengan perwakilan DPRD Kota Tasikmalaya membicarakan tentang Perda Pendidikan dan Tenaga Kependidikan serta Perda Madrasah. “Rancangan Perda ini sekarang sedang dikaji di Provinsi,” ungkap Asep

Keberadaan Perda Madrasah ini, kata ia, urgent untuk diwujudkan. Bukan untuk kepentingan kelompok tapi kepentingan bersama dan kemaslahatan umat.

“Kami berharap tahun 2019 perda tersebut diterbitkan,” harapnya.

Menurutnya, Perda Madrasah ini akan membawa peningkatan pada kelembagaan madrasah dan peningkatan kesejahteraan guru

“Sehingga terwujud madrasah yang lebih hebat, smart dan bermartabat,” jelasnya.

Ia mengatakan, di Kota Tasikmalaya terdapat 52 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 54 Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 34 Madrasah Aliyah (MA).

Guru MTsN 3 Kota Tasikmalaya Asep Rahmat MPd menyatakan sinergi antara Kementerian Agama, organisasi profesi seperti PGM dan lembaga madrasah akan meningkatkan kualitas madrasah sehingga kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di madrasah terus meningkat.

“Tahun ini sekolah kami menerima penerimaan siswa baru sebanyak 224 siswa yang dibagi menjadi tujuh rombel. Kami optimis target PPDB tercapai,” kata dia. (mg1)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.