Mencegah Peningkatan Kasus DBD, Dinkes Kota Tasik dan Kemenkes Melaksanakan Pemicuan kepada Masyarakat Mangkubumi-Cipedes

59
0
Peserta pemicuan pencegahan demam berdarah dengue (DBD) menyimak paparan materi dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dan Kementerian Kesehatan RI di Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya Sabtu (3/10/2020). UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA MENYIMAK.
Peserta pemicuan pencegahan demam berdarah dengue (DBD) menyimak paparan materi dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dan Kementerian Kesehatan RI di Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya Sabtu (3/10/2020). UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA MENYIMAK.

TASIK – Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya melaksanakan pemicuan demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Mangkubumi.

Pemicuan itu dilaksanakan guna menekan angka kasus DBD yang tinggi di Kota Tasikmalaya. Narasumber kegiatan tersebut dari Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkung, Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya H Suroyo MKs mengatakan, pemicuan DBD merupakan salah satu upaya pencegahan kasus DBD di Kota Tasikmalaya yang tahun ini tinggi.
”Kami berikhtiar, melalui pemicuan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Red) untuk penurunan angka DBD,” katanya kepada Radar di Kantor Kecamatan Mangkubumi Sabtu (3/10/2020).

Untuk itu, pihaknya mengundang narasumber dari Kementerian Kesehatan. Karena ada salah satu daerah yang berhasil menurunkan angka DBD di Kabupaten Sika Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Keberhasilan itu sangat menarik bagi kami, khususnya Dinas Kesehatan (Kota Tasikmalaya, Red). Karena dalam kasus DBD ini ada rantai-rantai yang terputus yang harus disambungkan agar pencegahan penanganan kasus DBD ini bisa turun,” jelas Suroyo.

Penganan atau penurunan kasus DBD, kata dia, tidak hanya dilakukan unsur pemerintahan saja. Namun harus melibatkan semua pihak dan masyarakat.

“Kami juga nantinya akan lebih banyak melibatkan peran serta masyarakat,” ungkap dia.
Menurutnya, masyarakat mengubah perilaku untuk senantiasa hidup bersih dan sehat.

“Bahkan tindak lanjutnya, setelah pemicuan ini masyarakat bisa mengubah perilakunya. Utamanya bisa bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya dan yang lebih luas,” kata dia.

Artinya, kata Suroyo, masyarakat memahami perubahan perilaku yang lebih baik. Ketika ditemukan jentik nyamuk DBD, masyarakat bisa memusnahkannya, sehingga tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa.

“Kalau tidak ada jentik di lingkungannya tidak akan ada nyamuk dewasa dan tidak akan ada penyakit DBD,” kata dia.

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya juga akan melakukan pemicuan di daerah yang kasus DBD-nya tinggi. Seperti di Kecamatan Cipedes.

“Di dua lokasi ini (Mangkubumi-Cipedes) ada yang menarik untuk Kecamatan Mangkubumi, kasusnya tinggi tetapi tingkat kematian rendah, sedangkan Kecamatan Cipedes kasus sedikit tetapi tingkat kematian banyak,” jelas Suroyo.

Pemerintah akan melibatkan masyarakat dalam pencegahan DBD. Utamanya agar masyarakat terhindar dari DBD.

“Bahkan kami juga akan terus melakukan pemicuan terhadap kecamatan-kecamatan lainnya di Kota Tasikmalaya, itu melihat dilihat adanya kasus DBD di setiap kecamatan,” kata dia.

Suroyo berharap, dengan adanya pemicuan bisa mengubah perilaku masyarakat, utamanya dalam memberlakukan lingkungannya dan mencegah penyakit DBD yang kian meningkat. “Mudah-mudahan perilaku sehat bisa terus meningkat,” harap dia.

Camat Mangkubumi Dahlan Arifin bersyukur adanya pemicuan pencegahan DBD dari Kementerian Kesehatan.

Pasalnya kasus DBD di Kecamatan Mangkubumi merupakan kasus tertinggi DBD di Kota Tasikmalaya ataupun nasional.

“Memang memerlukan pemicuan agar, kasus bisa di tekan,” kata dia.
Hadir dalam pemicuan DBD itu kapolsek Mangkubumi, Danramil, lurah, tokoh masyarakat, kader Jumantik, termasuk keluarga yang sebelumnya terdampak DBD di Kecamatan Mangkubumi.

Cegah DDB Memerlukan Kerja Sama

Camat Cipedes Kota Tasikmalaya Yuda Permana mengatakan, pemicuan DBD sangat membantunya menurunkan angka DBD di Kecamatan Cipedes. ”Setidaknya dapat memberikan informasi kepada masyarakat, kader jumantik,” kata dia Sabtu (3/10/2020).

Tentu ke depannya, pemicuan DBD selain menurunkan angka kasus DBD di Kota Tasikmalaya, khususnya Kecamatan Cipedes juga mengubah perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat untuk pencegahan DBD.

”Karena perilaku hidup sehat itu merupakan awal dari pencegahan DBD yang saat ini menjadi permasalahan kesehatan,” ungkap dia.

Pembersihan sarang nyamuk juga, kata Yuda, merupakan tanggung jawab bersama, khususnya masyarakat.

”Karena masyarakat yang mengetahui lingkungannya sendiri, jadi diawali harus oleh masyarakat itu sendiri,” kata dia.

Yuda berharap dengan adanya pemicuan DBD oleh Dinkes Kota Tasikmalaya dan Kemenkes, bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat akan pencegahan DBD. ”Mudah-mudahan kasus (DBD) bisa ditekan dengan pemicuan ini,” harap dia. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.