Mencegah Radikalisme dengan Pancasila

141
0
ISTIMEWA DISKUSI. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syari’ah IAID Cabang Ciamis menggelar diskusi publik di aula Jenderal Soedirman Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Jumat (28/12).

CIAMIS – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syari’ah Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Cabang Ciamis menggelar diskusi publik. Temanya, Mencegah Paham Radikalisme dengan Mengamalkan Nilai-nilai Pancasila. Diskusi dilaksanakan di aula Jenderal Soedirman Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Jumat (27/12).

Ketua pelaksana diskusi Syamsul Hidayat mengatakan penyelenggaraan diskusi berangkat dari keresahan para kader HMI. Aktivis HMI kerap berdiskusi membahas radikalisme belum menemui titik temu, sehingga para kader membuat diskusi publik tentang radikalisme dan Pancasila. Pihaknya mendatangkan narasumber dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Ciamis dan dari Kementerian Agama Kabupaten Ciamis.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan seperti ini bisa menambah wawasan para mahasiswa dalam mencegah paham radikalisme dengan cara pengamalan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya kemarin.

Ketua HMI Komisariat Syariah IAID Cabang Ciamis Cucu Muharam mengatakan kata radikal bila dipahami secara bahasa berasal dari kata radix (Latin) yang artinya berpikir mendasar. Kemudian kini menjadi persoalan yaitu paham (isme) secara aplikatif di lapangan menjadi fanatik.

“Persoalan radikalisme perlu dipahami secara menyeluruh dari berbagai sudut pandang, karena berbicara radikalisme ini berbicara tentang pemahaman atau ideologi yang perlu kita cegah dengan ideologi pula, yakni ideologi Pancasila,” ujarnya.

Pancasila, kata dia, sudah menjadi konsesus bersama sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. HMI sebagai wadah kader intelektual, kata dia, akan selalu menye­rukan sema­ngat ke-In­don­esiaan dan se­mangat ke-Islaman sebagai nilai dasar gerak seb­agai kader umat dalam men­ce­gah ra­dikalis­me.

“Te­ntunya ini menjadi tingkah la­ku secara politis meng­atas­nama­kan agama, karena tidak satu pun agama yang berkonsep fanatik, apalagi Islam yang rahmatan lil’alamin,” tendasnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.