Mencuri Motor Para Petani, Kaki Si Kobra Ditembak

126
0
DITANGKAP. Tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor, SR alias Si Kobra (29) saat ditunjukkan kepada wartawan di Mapolres Ciamis Selasa (26/11). Dua teman Si Kobra sampai saat ini masih buron. IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Satuan Reskrim Polres Ciamis menembak kaki tersangka pencuri motor, SR alias Si Kobra (29). Dia warga Sidomulyo Kabupaten Pangandaran. Saat akan ditangkap pada 17 Nopember 2019 di Kecamatan Rancah, dia melakukan perlawanan. Sementara dua temanya, AP dan AG masih buron.

Polisi mengamankan barang bukti dua unit sepeda motor bebek. Motor-motor itu merupakan hasil curian komplotan Si Kobra di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SH MH SIK menjelaskan penangkapan Si Kobra berawal dari beberapa laporan masyarakat, terutama para petani. Mereka kehilangan sepeda motor saat diparkir di pinggir jalan. Hasil penyelidikan, dugaan mengarah kepada Si Kobra. Pada 17 Nopember 2019 siang, Si Kobra terdeteksi di Kecamatan Rancah. Polisi melakukan penyergapan. Namun saat ditangkap, Si Kobra melawan. “Akhirnya kita berikan tindakan tegas dengan menembak bagian kaki kirinya,” ujar Kapolres di Mapolres Ciamis Selasa (26/11).

Kepada polisi, kata Kapolres, Si Kobra mengakui perbuatannya. Dia melakukan pencurian di Kabupaten Pangandaran.

Saat beraksi, Si Kobra dibantu dua temanya, AP dan AG. Mereka pemula. Bukan residivis. Tersangka SR bertugas sebagai penyurvei lokasi. “Sementara yang dua lagi adalah sebagai pengantar dan eksekutor pencurian motor. Kita saat ini memburu dua orang yang kini ditepkan DPO,” ujarnya.

Komplotan Si Kobra mengincar motor para petani yang diparkir di pinggir jalan. Saat pemiliknya sedang berada di tengah sawah, mereka mencuri motor tersebut. “Dengan waktu hanya dua menit,” ujarnya.

Mereka mencuri motor menggunakan kunci leter T dan kunci palang besi Y.

Sampai saat ini, polisi menyita dua motor. Diduga motor-motor itu merupakan hasil curian komplotan Si Kobra. “Tersangka yang kita tangkap itu, kita kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tegasnya.

Sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal Polres Ciamis berhasil menangkap enam komplotan pencurian kendaraan bermotor. Kawanan pencuri motor dan mobil itu berasal dari Ciamis, Garut dan Tasikmalaya. Mereka beroperasi di wilayah Priangan Timur. Otak pelakunya adalah residivis kasus yang sama.

Rabu (11/9) siang, Polres Ciamis mengekspose keberhasilan pengungkapan dan penangkapan jaringan curanmor itu. Mereka ditangkap dua hari sebelumnya di rumah masing-masing.

Tersangka AP (44) merupakan warga Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis, AS (27), IS (21), UB (17) dan PA (17) merupakan warga Kabupaten Garut dan JL (24) warga Kabupaten Tasikmalaya. JL merupakan residivis kasus yang sama, curanmor.

Polres Ciamis juga memburu enam orang yang masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Di antara mereka adalah penadah.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SH SIK MH, saat itu, menjelaskan enam tersangka beroperasi di wilayah Priangan Timur. Mereka mencuri di 12 tempat di Kabupaten Garut, Kota Tasikmalaya 8 lokasi, Kota Banjar 2 TKP dan Kabupaten Indramayu 1 TKP.

Dari komplotan itu, polisi menyita 9 sepeda motor dan tiga mobil. Polisi juga menyita barang bukti kendaraan yang digunakan para pelaku untuk mencuri dan kunci leter Y dan L dengan tujuh buah mata kunci serta dua kabel soket untuk menyambung ke mobil. Barang-barang itu dipakai komplotan tersebut saat beraksi.

Kawanan curanmor ini, kata Kapolres, mencuri sepeda motor dan mobil yang terparkir di depan rumah.

Untuk mengungkap kasus curanmor lintas daerah ini, polisi melakukan penyelidikan selama satu bulan Agustus. Polisi kemudian menemukan titik terang hingga mengantongi nama-nama pelaku. Komplotan curanmor itu pun ditangkap di rumah masing-masing tanpa perlawanan.

“Enam pelaku telah kita tetapkan tersangka serta ada salah satunya yang memang residivis sebagai otak pelaku komplotan pencurian,” kata Kapolres kepada wartawan.

Kasus curanmor lainnya yaitu, Polres Ciamis berhasil menangkap pemuda berinisial AS (23) warga Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya dan TH (15 ) warga Kelurahan Sukamulya Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Mereka diringkus petugas Polres Ciamis, setelah sebelumnya dihajar warga.

Pasalnya, residivis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan yuniornya yang masih anak baru gede (ABG) itu, Sabtu (29/9) sekitar pukul 17.00, keperegok warga melakukan pencurian di Kecamatan Panjalu, Ciamis.

TH diringkus warga yang kemudian diamankan petugas. Sedangkan AS berhasil kabur dari kepungan warga. Dan sehari kemudian berhasil ditangkap petugas.

Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso SH SIK MH menuturkan, kedua tersangka ditangkap berawal ketika seorang warga memergoki kontak motornya sedang dibobol oleh kedua tersangka itu.

“TH yang masih di bawah umur berhasil ditangkap warga, sedangkan AS berhasil melarikan diri. Hasil penyelidikan, AS berhasil ditangkap hari Minggu sekitar pukul 01.00 dini hari. AS keluar dari persembuyianyannya di pesawahan, lalu tertangkap anggota yang sedang patroli,” tuturnya.

Bismo menambahkan, hasil pemeriksaan terungkap AS merupakan eksekutor pencurian motor dan TH bertugas mengawasi sekitar lokasi.

Sementara barang bukti (BB) yang diamankan adalah satu unit kendaraan sepeda motor Honda Beat warna putih nopol Z 5102 KY, satu unit motor nopol B 6793 ZR dan satu unit sepeda motor Yamaha Vega ZR warna merah yang sudah diubah menjadi cator (beca motor) warna hitam. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.