Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.9%

19.6%

8.2%

68.3%

Mendong Kota Tasik Mendunia

187
0
KERAJINAN. Kepala KPwBI Tasikmalaya Heru Saptaji menunjukkan kotak penyimpanan mendong yang akan diekspor ke Amerika. foto-foto: Fathkur Rizki / Radar Tasikmalaya

TASIK – Meski di tengah pandemi, namun pengrajin mendong yang tergabung dalam CV Mendong Jaya Purbaratu di Purbaratu Kota Tasikmalaya mampu survive bahkan melakukan ekspor ke Amerika Serikat.

Pelepasan ekspor dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tasikmalaya bersama Dandim 0162 Tasikmalaya dan Kadin Kota Tasikmalaya, Selasa (1/9).

Baca juga : Para Calon Direksi PDAM Tirta Sukapura Tasik Berjanji Manis

Acara dihadiri pula Perwakilan Polresta Tasikmalaya, Perbankan dan Muspika Purbaratu.

Kepala KPwBI Tasikmalaya Heru Saptaji menyebutkan dampak pandemi di Priangan Timur tidak seluas di Jawa Barat. Hal itu, karena sektor produk unggulannya masih memiliki potensi besar untuk berkembang.

Dari 9 sektor unggulan, ada 4 sampai 5 sektor prioritas yang tetap hijau. Antara lain sektor kerajinan dari rotan, pandan, kayu dan mendong.

“Salah satunya UMKM yang mampu survive di tengah pandemi adalah CV Mendong Jaya yang sudah mulai kembali melakukan ekspor produk kerajinan mendong ke Amerika Serikat sebanyak 1 kontainer,” katanya, Selasa (1/9).

Lanjutnya, menurut data BI, penjualan produk UMKM pada awal pandemi masih terseok-seok. Produksi dan penjualan menurun sebesar 50 sampai 75 persen dibandingkan kondisi normal. Namun pada Juni ini mengalami rebound dan recover secara rata-rata sebesar 26-50 persen.

“Ini hasil dari tekad yang kuat dan kerja keras. Sekarang CV Mendong Jaya bisa meningkatkan permintaan pasar dan dapat mengembangkan bisnisnya kembali,” ujarnya.

Selain itu, ini berkat inovasi dan kreativitas dari para pengrajin mendong di Kota Tasikmalaya. Mereka memanfaatkan bahan alam yang ramah lingkungan (sustainable) lalu menghasilkan varian produk unik dan khas.

Tidak hanya tikar saja, namun terdapat variasi produk anyaman untuk perabotan rumah tangga yang berkualitas.

“Dari mendong ini, pengrajin bisa membuat lebih dari 100 jenis kerajinan antara lain handycraft furnishing & hospitality, sandal, placemen, tray, tissue box, dust bin, tas dan lainnya,” katanya.

Heru menyebutkan, selama 2019 CV Mendong Jaya bisa mendapatkan omzet sebesar USD 364 ribu atau sekitar Rp 5 miliar dari pasar luar negeri tersebut.

“Dengan kembali dibukanya ekspor di tahun 2020, ini tentunya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Pihaknya pun optimis dengan kerja keras dan kolaborasi antar stakeholder dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Priangan Timur.

“Dengan semangat kill the virus and save the economy. Maka kita bisa memajukan terus Priangan Timur,” ujarnya, optimis.

Melihat potensi pasar ekspor yang besar itu, Bank Indonesia terus menggeliatkan kegiatan pendampingan ekspor, pelatihan pencatat keuangan serta perpajakan secara one on one kepada beberapa UMKM berpotensi ekspor, seperti ke CV Mendong Jaya.

Pemilik CV Mendong Jaya Purbaratu Eje Jaenal Mutaqqin didampingi perwakilan eksportir PT Aneka Tusma Marc Christoph menyampaikan, pihaknya bersyukur kerajinan mendong bisa bertahan di masa pandemi. Hal ini berkat pembinaan dari Bank Indonesia dan pemerintah daerah. Inovasinya yang dilakukan yakni melakukan perluasan pasar ekspor.

“Sudah beberapa tahun ini kami melakukan ekspor ke barat (Amerika Serikat dan Eropa, Red) yang peluang pasar masih terbuka lebar. Produk kerajinan mendong diminati pasar luar negeri karena kerajinan mendong diolah dari bahan ramah lingkungan,” katanya.

Ia menyebutkan, kerajinan mendong ini diminati oleh pasar luar negeri karena bagian dari lifestyle orang Eropa dan Amerika yang sudah mengurangi penggunaan barang berbahan plastik. Makanya perabotan rumah tangga dari kerajinan mendong ini cenderung diminati.

“Permintaan cukup banyak yakni dua kontainer. Kami baru bisa mengirim 1 kontainer berisi 5.400 kerajinan mendong,” ujarnya. Belum terpenuhinya permintaan ini karena keterbatasan bahan baku dan modal. Selain itu, pihaknya selalu mengejar kualitas dibandingkan kuantitas.

“Kita baru sanggup memenuhi setengah dari kebutuhan pasar. Dengan perhatian bersama semoga ke depannya produktivitas ekspor kerajinan mendong bisa lebih maju,” katanya.

Dandim 0162 Tasikmalaya Letkol Inf Imam Wicaksana mengapresiasi komoditas unggulan mendong yang kini tetap melakukan ekspor di tengah pandemi.

Produk mendong ini merupakan kebanggaan Kota Tasikmalaya yang berasal dari potensi dan kekayaan alamnya. Kerajinan ini bisa menjadi sumber ekonomi dan kemajuan masyarakat.

“Pembinaan ini bagus untuk memberdayakan masyarakat. Maka ini jawaban untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca juga : Balon Bupati Tasik Wajib Hadir saat Pendaftaran, Kecuali Sakit

Pihaknya pun berkomitmen untuk mendukung kemajuan kerajinan mendong di pasar ekspor, bentuk support-nya dari bahan baku. Jadi, kelompok tani yang ia bina akan disarankan menanam mendong.

“Petani binaan kita bisa diajak kerja sama agar lahannya ditanam mendong. Sehingga bisa menyuplai bahan baku untuk pengrajin dalam memenuhi kebutuhan ekspor,” ujarnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.