Mendongkrak Pendidikan Berkualitas Melalui SPMI

221
0
Toni Suryaman

Pemahaman masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas mulai berkembang sesuai dengan kebutuhan. Masyarakat mulai selektif memilih sekolah untuk pendidikan anak-anaknya. Tak pelak antusias orang tua untuk memilih dan memasukkan anaknya ke sekolah yang mereka anggap berkualitas cukup besar. Mereka sudah tidak lagi menimbang-nimbang besaran anggaran yang akan mereka keluarkan selama anaknya bersekolah di sekolah tersebut.

Melihat fenomena demikian, banyak sekolah baik negeri maupun swasta berbenah, bahkan berlomba menciptakan brand image sekolah berkualitas. Berbagai cara mereka tempuh untuk meraih image tersebut baik melalui inovasi maupun dengan menyediakan berbagai fasilitas.

Salah seorang pakar pendidikan, Juran, mengatakan bahwa dasar misi kualitas sebuah sekolah berkualitas adalah dapat mengembangkan program danlayanan yang memenuhi kebutuhan pengguna seperti siswa dan masyarakat. Ditegaskan pula oleh Deming bahwa sebuah sekolah dikatakan berkualitas apabila pendidikan dapat menghasilkan keluaran, baik pelayanan dan lulusan yang sesuai kebutuhan atau harapan pelanggan (pasar)-nya.

Namun, untuk menciptakan sekolah yang berkualitas bukanlah hal mudah seperti membalikkan telapak tangan. Banyak di antara sekolah-sekolah yang berusaha mencapai predikat sekolah berkualitas merasa kesulitan. Mereka belum mampu mencuri hati pelanggan sehingga mereka harus menunggu waktu dan terus berusaha menggunakan segala kemampuan yang dimiliki.

Konsep Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) menurut penulis adalah salah satu konsep yang tepat mewujudkan sekolah berkualitas. Konsep yang dikeluarkan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan ini memiliki lima siklus antara lain pemenuhan mutu, penyusunan rencana pemenuhan, pelaksanaan rencana pemenuhan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan mutu, serta penyusunan strategi peningkatan mutu. Salah satu cara penerapan SPMI ini adalah dengan berpatokan pada hasil raport mutu yang dikeluarkan PMP Dikdasmen Kemendikbud. Melalui raport mutu, sekolah dapat melakukan analisis konteks berdasarkan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki sekolah. Hasil dari kegiatan ini sekolah akan memiliki data standar yang menjadi prioritas pemenuhan mutu yang seterusnya berlanjut pada siklus SPMI lainnya.

Salah satu yang menarik dari konsep SPMI ini adalah terdapatnya monev internal. Sehingga pihak sekolah dapat langsung mengetahui ketercapaian dari rencana aksi yang dibuat sekolah. Dengan hasil monev internal ini, sekolah dapat menyusun strategi yang tepat dalam pemenuhan mutu sekolah.

Loading...

Penulis ber­harap peng­gunaan konsep SPMI ini bisa men­ciptakan se­kolah berkualitas sehingga pendidikan tidak ditinggalkan pelanggan, tetapi sebaliknya menjadi sekolah yang diidamkan karena dapat memenuhi kepuasan pelanggan. (*)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.