Mengenang Bencana Tsunami Pangandaran, PBMSC Menggelar Doa Bersama di Tengah Laut

318
0
MEMBUAT LINGKARAN. Komunitas Pangandaran Batu Mandi Surfing Club (PBMSC) menggelar doa bersama di tengah laut mengenang bencana tsunami Pangandaran 17 Juli 2006 pada Rabu (17/7).Nana Suryana / Radar Tasikmalaya
Loading...

PANGANDARAN – Mengenang bencana tsunami Pangandaran pada 17 Juli 2006, puluhan peselancar dari Komunitas Pangandaran Batu Mandi Surfing Club (PBMSC) menggelar doa bersama di tengah laut, Rabu (17/7). Mereka mendoakan korban bencana tsunami yang terjadi 13 tahun lalu.

Para peselancar berkumpul di pantai menjelang sore hari. Mereka kemudian bergerak ke tengah laut hingga berjarak sekitar 300 meter dari bibir pantai. Setelah membuat lingkaran, mereka lalu berdoa bersama, suasana tampak hening beberapa menit,  kemudian mereka kembali bergerak menuju bibir pantai.

Ketua PBMSC Dani Ramdani mengatakan doa bersama dilaksanakan di kawasan pantai barat, tepat di lokasi yang menjadi daerah terdampak tsunami. “Kami mendoakan saudara-saudara kami yang menjadi korban tsunami, banyak yang kehilangan keluarga dan harta benda, kejadian yang amat menyedihkan bagi kami, semoga tidak terulang kembali,” ungkapnya kepada Radar.

Menurut dia, sudah sepantasnya setiap tahun kejadian tsunami menjadi momen bagi semua pihak mengenang kejadian tersebut. “Jangan sampai dilupakan, selain berdoa, juga mengingatkan kita agar tetap waspada,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan kala itu tsunami Pangandaran terjadi pada hari Senin 17 Juli 2006 pukul 15.19. Saat itu terjadi gempa dengan kekuatan M 7.7 dengan pusat di lepas Pantai Pangandaran.

“Tsunami 13 tahun lalu merenggut 668 korban jiwa dan 9.299 lainnya luka-luka berdasarkan sumber dari WHO tahun 2007,” ungkapnya.

Pada waktu itu, kata dia, secara keseluruhan Indonesia masih berada di tahap awal pengembangan sistem peringatan dini. “Tsunami ini menjadi sebuah milestone dalam pemahaman karakteristik tsunami di Indonesia” kata dia.

Loading...

Saat ini, sambung dia, upaya mitigasi bencana terus dilakukan dengan berbagai program edukasi kebencanaan. Meskipun alat deteksi dini tsunami masih minim. “Tetapi kita terus berupaya mengoptimalkan penanganan kebencanaan bersama stakeholder terkait. Untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ucap dia mengakhiri. (nay)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.