MENGENASKAN, Anus Wanita Ini Tertancap Bambu & Kepala Terhimpit Batu di Wanaraja Garut

185
0
radartasikmalaya.com
Loading...

WANARAJA – WT (21), warga Kampung Ciloa Tengah Desa Sindangratu Kecamatan Wanaraja ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.

Korban ditemukan di Sungai Cimalaka Kecamatan Sucinaraja, Jumat siang (5/2/2021).

Jasad korban pertama diketahui warga yang sedang melintas di pinggir Sungai Cimalaka. Saat ditemukan tubuh korban sudah bengkak.

“Kondisi mayat ditemukan dengan lubang anus tertancap sebilah bambu yang berukuran kurang lebih 60 sentimeter,” ujar Kepala Bagian Humas Polres Garut Ipda Muslih Hidayat kepada wartawan, Jumat (5/2/2021).

Menurut dia, saat ditemukan jasad korban masih memakai kaos warna kuning dan celana jeans biru.

loading...

“Kondisinya sudah membengkak dan mengeluarkan bau busuk. Diperkirakan mayat tersebut sudah tiga hari,” katanya.

Muslih menerangkan belum dapat memastikan penyebab kematiannya karena masih dalam penyelidikan.

“Masih diselidiki, belum dipastikan apakah korban pembunuhan atau bukan,” terangnya.

Ditemui terpisah, Kepala Satuan Reskrim Polres Garut AKP M Devi Farsawan mengatakan, masih belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Karena segala kemungkinan bisa terjadi terkait penyebab kematian.

“Belum bisa dipastikan korban tewas karena dibunuh. Bisa jadi korban tewas setelah terjatuh dari tebing karena kontur alam di lokasi kejadian itu tebing yang licin. Di lokasi juga memang tumbuh pohon-pohon bambu. Masih banyak kemungkinan apakah ada tindak pidana atau kecelakaan,” ujarnya.

Kemungkinan WT tewas dibunuh atau mengalami kecelakaan masih diselidiki. Hasilnya akan diketahui dari autopsi.

“Diharapkan bisa diketahui penyebab kematian korban ini dari autopsi. Mayatnya sudah berada di RSUD,” ucapnya.

Devi menyebut saat ditemukan, bagian anus korban sudah tertusuk bambu. Sedangkan bagian kepalanya terhimpit batu.

Devi sudah meminta keterangan keluarga dan teman korban. Apalagi dikabarkan WT sempat hilang sejak hari Selasa.

“Awalnya anggota kesulitan mengidentifikasi korban. Namun setelah meminta keterangan warga ada yang mengenalinya,” katanya.

Yana Suryana, perangkat Desa Tegalpanjang menyebut berdasarkan informasi yang diterima dari pihak kepluarga, korban memang sudah hilang sejak Selasa (2/2/2021) dan keluargannya sudah mencari karena korban meninggalkan rumah dan tak memberi kabar. Menurut keluarga, korban tak bekerja.

Ayahnya sudah meninggal dunia sedangkan ibunya bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW).

“Korban ini anak yatim, tinggal di Wanaraja juga bersama saudaranya,” ujarnya. (yna)

Baca juga : 1.111 Orang Sudah Divaksin, Warga Garut Diminta Tak Khawatir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.