Mengerikan.. Puluhan Rumah di Kelurahan Siaga Bencana Kota Tasik Rawan Tertimbun Longsor

380
0

KOTA TASIK – Hujan deras yang hampir tiap hari mengguyur wilayah Kota Tasikmalaya, mulai menimbulkan berbagai kerawanan bencana alam longsor.

Seperti di Kecamatan Kawalu, puluhan rumah di Kelurahan Siaga Bencana (KSB) terancam bencana tanah longsor.

Hal itu dapat dipastikan setelah tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasik melakukan assement, Rabu (15/1) lalu setelah mendapat informasi dari warga.

Puluhan rumah yang terancam tanah longsor ini, tepatnya berada di Kampung Nuslaksana, Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu.

Jumat (17/1) siang, tim BPBD kembali meninjau lokasi tersebut dan menyarankan para penghuninya agar tak menempati rumah tersebut sebab rawan longsor, khususnya rumah warga di RT 06, RW 05.

Tanah rawan longsor ini sudah mulai menghantam rumah yang dihuni Roja (22).

Tembok kamar rumahnya sudah ambruk diterjang tanah longsor. Lantai rumahnya pun sudah retak.

Pantauan radartasikmalaya.com di lokasi, posisi rumah warga di RT tersebut banyal yang berada di bawah tanah longsoran itu.

Jadi, BPBD pun menyimpulkan puluhan rumah di RT yang masuk KSB ini rawan tertimbun tanah longsor.

“Jadi awalnya kami mendapatkan informasi adanya pergerakan tanah di lokasi ini,” ujar Kepala BPBD, Ucu Anwar kepada radartasikmalaya.com.

Terang dia, maka dari itu pihaknya kembali mendatangi lokasi tersebut membujuk penghuninya agar mengosongkan rumahnya.

Sebab, bencana bisa datang kapan saja, apalagi lokasi rumahnya sebagian ruangannya sudah tergerus tanah longsor.

Meski demikian, rumah lainnya yang berada di bawah kediaman Roja belum diterjang tanah longsor.

“Tetapi bencana bisa datang kapan saja. Maka kita lakukan early warning atau peringatan awal bahwa lokasi rumahnya dan rumah di bawahnya terancam tertimbun tanah longsor. Lokasi jalan raya sendiri berada di atas rumah-rumah tersebut. Pergerakan tanah pun sudah terjadi,” terangnya.

“Pantauan kami, 3 rumah yang terdampak awal dari kejadian ini. Walaupun tanah longsor baru menggerus 1 rumah di bagian dinding kamar karena rumahnya yang paling berdekatan dengan lokasi bencana. Tapi pergerakan tanah sudah merambat di lantai rumah lainnya yang berada di bawah rumah tersebut,” sambungnya.

Dia menambahkan berdasarkan pengamatannya di lokasi dengan kondisi nyata seperti itu, bencana alam tanah longsor secara besar bisa terjadi kapan saja.

“Jadi kami ingatkan masyarakat dan informasikan sejak dini. Apalagi saat ini intensitas hujan masih tinggi dan cenderung ekstrim,” tambahnya.

Disinggung apakah rumah tersebut masih layak huni atau tidak, jelas dia, dilihat dari sisi kontur tanah perbukitan dan elevasinya ini kita serahkan kepada pihak kelurahan, RW dan RT untuk selalu waspada mengingatkan warga.

“Memang kalau bisa direlokasi. Karena ini sudah menimbulkan korban material dan kami tak berharap ada korban jiwa,” jelasnya.

Kondisi serupa juga terjadi di RT02, RW03, Kampung Sukamaju, Kelurahan Urug, Kawalu.

Namun, di lokasi ini rumah tersebut menjadi tempat singgah peternak sapi. Posisi rumah berada di bawah tebing yang longsor, dan bisa menimbun rumah tersebut. Sedangkan di bawah rumah tersebut terdapat kandang sapi.


(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.