Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3%

19.1%

7.2%

70.7%

Mengerikan! Sehari, 16 Warga Garut Positif Corona

122
0
radartasikmalaya.com
Ilustrasi

GARUT KOTA – Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Garut mencatat ada penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Satu hari kemari (16/9), ada penambahan 16 pasien yang positif Covid-19.

Dengan penambahan itu, maka jumlah kasus positif di Kabupaten Garut mencapai 151 orang.

Baca juga : Ruang Isolasi Corona di RSUD dr Slamet Garut Hampir Penuh

Humas Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita mengatakan, dari 16 jumlah konfirmasi positif Covid-19, sebanyak tiga orang asal Kecamatan Selaawi, lima orang dari Kecamatan Garut Kota, tiga orang dari Kecamatan Tarogong Kidul, dan lima orang dari Kecamatan Cibatu.

“Semua pasien positif ini sekarang sudah dibawa ke ruang isolasi dan perawatan RSUD dr Slamet,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Selain ada penambahan 16 pasien positif, saat ini juga adanya satu pasien positif Covid-19 meninggal dunia. Pasien yang meninggal merupakan KC-121, seorang laki-laki usia 55 tahun asal Kecamatan Kadungora.

“Adanya penambahan yang meninggal ini, maka total pasien yang meninggal itu berjumlah tujuh orang,” ujarnya.

Yeni mengimbau seluruh masyarakat menjaga kondisi di tengah pandemi Covid-19, dengan mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, senantiasa menjaga serta meningkatkan stamina dan imunitas tubuh dengan berolahraga secara rutin dan teratur disertai asupan gizi yang seimbang.

Yeni menerangkan, sebagai upaya dalam memutus rantai penularan Covid-19, pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar mengetahui, mau dan mampu melakukan adaptasi kebiasaan baru dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan melakukan jaga jarak.

“Kita juga terus melakukan tracking dan tracing serta testing terhadap populasi risiko dan kontak erat kasus konfirmasi positif,” paparnya.

Kata Yeni, dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, perlu juga adanya keterlibatan dan dukungan dari masyarakat. Pencegahan ini tidak akan berhasil apabila tidak ada dukungan dari masyarakat.

Waspadai Positif Covid
Tanpa Gejala
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyatakan, masyarakat harus mewaspadai adanya kasus orang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa menunjukan gejala, sehingga masyarakat harus patuh menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan wabah itu.

“Yang orang tanpa gejala yaitu OTG (orang tanpa gejala) banyak sekarang, kalau dari sisi penularan lebih berbahaya,” kata Helmi kepada wartawan, kemarin.

Ia menuturkan jumlah kasus positif Covid-19 yang saat ini tercatat di Garut sebagian ada yang tidak menunjukan gejala seperti flu atau mengeluhkan sakit lainnya.

Namun ada juga pasien positif Covid-19, kata Helmi, mengeluhkan sakit seperti batuk atau yang sudah parah yakni sesak napas. “Nah ini tadi ada yang gejala ringan, sudah berat, ada yang OTG, ringan itu batuk pilek dan berat itu sesak,” katanya.

Baca juga : 400 ASN Garut Jadi Sukarelawan Disiplin Protokol Kesehatan

Ia menyampaikan seluruh orang yang terdeteksi positif Covid-19 diwajibkan menjalani perawatan medis di rumah sakit sesuai standar operasional dan tidak boleh menjalani isolasi mandiri. Bahkan, lanjut dia, orang positif yang tidak menunjukan gejala tidak diperbolehkan menjalani isolasi mandiri, karena khawatir orang sekitarnya tertular jika mengabaikan protokol kesehatan.

“Sekarang isolasi mandiri tidak bisa sembarangan, harus dilihat dulu, kalau tidak sesuai protokol khawatir ada penularan,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.