Mengeroyok karena Menyimpan Dendam

3
PENGEROYOKAN. Lima terdakwa kasus pengeroyokan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tasikmalaya Jalan Siliwangi, Rabu (12/9).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

SILIWANGI – Lima pria asal Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya yakni PM (24), IN (18), IR (21), EC (18) dan Da (47) harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tasikmalaya Jalan Siliwangi, Rabu (12/9). Mereka mengeroyok Mamar dan Aming atas dasar balas dendam.

Kasus itu bermula ketika pada 20 Juni 2018 di Kampung Tanjung Desa Pamoyanan Kecamatan Kadipaten. Para pelaku berkumpul membahas soal pemukulan kepada PM yang dilakukan oleh Mamar dan dua temannya.

Mereka pun langsung merencanakan balas dendam dan mencari keberadaan Mamar. Awalnya Mamar tidak ditemukan sehingga mereka kembali ke titik semula. Namun Da menyuruh terdakwa lainnya untuk mencari Mamar ke rumahnya.

Saat itu, Mamar sedang berada di Pos Kamling bersama Aming. Di lokasi, PM langsung melemparkan batu ke arah Mamar namun tidak kena. Selanjutnya mereka langsung mengeroyok Mamar dan Aming hingga luka-luka.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yadi Mulyadi SH MHum menjelaskan permasalahan diawali saat Mamar membawa jalan-jalan salah seorang perempuan. Salah satu terdakwa sempat menyusul dan mempertanyakannya ke rumah Mamar. Namun malah dipukuli. “Jadi motifnya balas dendam,” ungkapnya.

Jumlah pelaku sebetulnya ada tujuh orang. Namun sebagian masih di bawah umur sehingga diproses dengan berkas terpisah. Namun semua pelaku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan perempuan yang dibawa Mamar. “Katanya yang dibawa itu istri orang, tapi tidak punya hubungan juga dengan para terdakwa,” tutur dia.

Kemarin, kelima terdakwa menjalani sidang pemeriksaan terdakwa dan mengakui sudah mengeroyok Mamar dan Aming. Majelis hakim pun memberikan wejangan kepada mereka supaya tidak melakukan hal serupa di kemudian hari. (rga)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.