Fraksi Bisa Bangun Komunikasi Politik Jelang Pilkada 2020

Mengerucut Setelah Pelantikan Dewan

45
Asep M Tamam

SINGAPARNA – Pengamat politik, sosial dan pemerintahan Tasikmalaya Asep M Tamam menilai peta politik jelang Pilkada 2020 akan mengerucut setelah pelantikan anggota dewan yang terpilih di Pileg 2019. Karena saat ini parpol masih fokus menyelesaikan tahapan pemilu, termasuk menyiapkan pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD).

Kata dia, setelah semua tahapan pemilu dan pembentukan AKD selesai, parpol baru bisa fokus untuk menyiapkan Pilkada 2020. Termasuk para anggota dewan terpilih bisa memulai komunikasi politik melalui jalur fraksi di DPRD.

“Kemungkinan tidak lama setelah pelantikan, anggota dewan diberi tugas untuk langsung bekerja dalam porsi masing-masing dewan. Tetapi pada saat bersamaan mulai disusun upaya penjajakan dengan partai politik lain,” katanya kepada Radar, Kamis (15/8).

Lanjut dia, memang komunikasi politik melalui fraksi cukup efektif. Tidak jarang koalisi-koalisi atau pemaketan pasangan calon terjadi atau diawali dari komunikasi yang dibangun anggota dewan di DPRD. “Saya juga yakin anggota dewan saat ini sudah melakukan penjajakan satu sama lain untuk menghadapi Pilkada 2020,” ujarnya.

Namun, kata dia, bangunan komunikasi yang dilakukan anggota dewan hanya sebagai gambaran bagi DPP partainya untuk menentukan arah kebijakan politik. Karena, pada akhirnya pengurus pusat partai masing-masing yang menentukan siapa yang diusung pada Pilkada 2020, termasuk koalisinya.

Asep berharap partai politik bisa melakukan penentuan pasangan calon lebih cepat. Sehingga satu sama lain bisa membangun kekompakan yang baik, karena jika terpilih akan bersama-sama membangun Kabupaten Tasikmalaya lima tahun ke depan. Kemudian, keuntungannya juga bagi pasangan calon bisa lebih lama sosialisasi kepada masyarakat. “Namun, biasanya penentuannya selalu di akhir atau jelang pendaftaran ke KPU,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya Dr H Basuki Rahmat MSi mengatakan, memang cukup efektif komunikasi yang dibangun anggota dewan dalam pemetaan peta politik jelang Pilkada 2020. “Komunikasi politik di dewan tidak sampai kepada keputusan, tapi menjadi gambaran bagi partai dalam mengambil keputusan,” ujarnya.(dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.