Mengevaluasi KLHS Revisi RTRW

375

RE MARTADINATA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melaksanakan konsultasi publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2011-2031 di favehotel, Selasa (15/5) pagi.

Kepala Dinas LH Kota Tasikmalaya H Dudi Mulyadi menuturkan sesuai Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup terhadap RTRW Kota Tasikmalaya, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengarusutamakan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan melaksanakan kajian rencana kebijakan program KLHS untuk bahan pertimbangan revisi KLHS 2011-2031.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menuturkan di Tasikmalaya yang dinamis diiringi percepatan pembangunan, banyak sekali perubahan-perubahan yang tidak bisa dipungkiri. Sehingga perlu diskusi publik dalam mengevaluasi kembali secara aturan lingkup RTRW. Hal yang sangat mendesak adalah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi harus diimbangi pembangunan dengan tidak mengesampingkan lingkungan. “Ini penting. Bisa dievaluasi satu kali selama lima tahun. Tata ruang bukan sesuatu yang main-main. Kita butuh diskusi publik, melalui Dinas LH harus terus ditingkatkan infrastruktur dan SDM-nya,” tuturnya.

Budi meminta semua stakeholder memahami rencana pembangunan penataan kota mulai dari pemukiman, pertanian, perdagangan dan semua sektor jasa. Pasalnya, ini bersifat wajib semua yang erat kaitannya dengan perizinan pembangunan. “Harus ada izin lingkungan. Artinya kenapa kami mencabut perda izin gangguan, perda fatwa lokasi, karena sebetulnya sudah ada RTRW ada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Di sana sudah rinci di kelurahan mana yang boleh dan yang tidak membuat pemukiman, industri. Baik itu skala besar ataupun kecil,” katanya.

Meski saat ini lahan di Tasikmalaya masih ada, namun ia juga berencana memberi kemudahan pembangunan rusun atau apartemen seraya mengurangi penyempitan lahan yang ada. “Ini harus betul-betul sampai ke masyarakat, masalah tata ruang itu tidak main-main. Kita nanti ada kemudahan perumahan rusun, sekarang mungkin masih banyak lahan. Tapi harus mulai ada kebijakan dari sekarang. Artinya ini akan meminimalisir penggunaan lahan,” tuturnya. (mg2)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.