Menggempur Beras Mahal dengan OPM

202
MENIMBANG. Pedagang beras di Pasar Singaparna Ade Uum (50) saat menimbang beras untuk pembeli di lapaknya, Jumat (26/1).

SINGAPARNA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tasikmalaya akan mengadakan operasi pasar murah (OPM) untuk menekan harga jual beras mahal di pasaran.
Kepala Disperindag Kabupaten Tasikmalaya Drs Heri Sogiri MM mengatakan pihaknya tidak akan mengambil keuntungan dari penjualan beras pada OPM. Karena harganya sudah ditentukan penyedia barang yakni Rp 9.000 per kilo.

Disperindag sudah mengadakan OPM beberapa hari berturut-turut di wilayah Kecamatan Manonjaya. Maka dari itu, bila ada warga yang membutuhkan beras murah bisa mengajukan ke dinas. “Jika ada yang mau, kita fasilitasi. Bisa juga datang langsung ke Bulog. Pemerintah daerah bersama tim satgas pangan terus merancang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan,” katanya kepada Radar, beberapa hari lalu.

Sementara itu, pedagang beras di Pasar Singaparna Ade Uun (50) mengaku harga beras dijual Rp 10.000 hingga Rp 13.500 per kilogram tergantung kualitas. “Memang ada kenaikan harga dari awal Rp 1500-Rp 2000,” terang dia.
Kenaikan harga beras itu, terang dia, karena pasokan dari dari pengepul tidak normal. Yang biasanya seminggu sekali, saat ini terkadang dua minggu sekali.

“Saya tidak tahu apa alasannya sehingga pengiriman tidak normal,” ungkap dia.
Menurutnya, harga beras naik sejak awal Desember. Hingga saat ini harganya belum turun. “Satu bulan ke belakang naiknya,” tuturnya.

Pedagang lainnya di Pasar Singaparna H Dindin (63) menyatakan beras kualitas rendah dijual Rp 9.500 per kilogram. Sedangkan kualitas paling bagus Rp 13.000 per kilogram. “Memang saat ini harganya mahal untuk kualitas bagus,” katanya.

Kenaikan harga beras, terang dia, tidak berefek pada penurunan jumlah pembeli. Namun banyaknya beras yang terjual memang menurun. “Paling banyak 15-10 kilogram,” ujarnya.

Saat ini, terang dia, stok beras di tokonya hanya tersedia 2-3 ton. Biasanya lebih dari 10 ton. “Karena tidak ada yang mengirim stok menurun. Namun itu masih dinyatakan aman,” tandasnya. (ujg)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.