Mengikis Kawasan Kumuh di Perkotaan

19
MONITORING. Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf melakukan monitoring evaluasi pembangunan di Kelurahan Cieunteung Kecamatan Cihideung, Selasa (2/10).

CIHIDEUNG – Kawasan permukiman kumuh di Kota Tasikmalaya mencapai 276 hektare. Sekitar 120 hektare di antaranya sudah ditanggulangi. Salah satunya dengan penyaluran bantuan septic tank komunal untuk saluran pembuangan warga.

Selasa (10/2), Wakil Wali Kota Tasikmalaya Drs H Muhammad Yusuf melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan di Kecamatan Cihideung. Terutama soal pemasangan 14 unit septic tank komunal di Kelurahan Cieunteung.

Penyediaan sarana prasarana tersebut khusus untuk masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan dan padat penduduk. Di kawasan ini tidak menutup kemungkinan warga sulit memiliki akses sanitasi yang baik. “Seperti tadi (kemarin) kita lihat masyarakat masih ada yang buang kotoran salurannya langsung ke selokan. Itu harus digarap dan diperhatikan serius,” ungkap Yusuf.

Dengan sistem komunal tersebut, Yusuf berharap saluran air bersih warga tidak tercemar. Kesehatan warga di kawasan padat penduduk pun tetap terjaga. “Ini hal positif yang akan kita kembangkan terus. Baru 50 persen kawasan kumuh yang sudah ditata, masih ada sekitar 150 hektare lagi,” jelas Yusuf.

Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Ka­wasan Per­mukiman (Pera­waskim) Kota Tasik­malaya Sofyan ZM menjelaskan ka­wasan pemukiman kumuh di delapan kecamatan 18 kelurahan didominasi wila­yah perkotaan. Se­perti Kecamatan Cihideung, Cipedes dan Tawang. “Untuk Cihideung, di Kelurahan Nagarawangi saja sekitar 22,76 hektare. Kelurahan Cilembang pun sekitar 35,77 hektare,” ungkapnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.