Menguji Stoeger Efect

205
0
Soccer Football - Bundesliga - Borussia Dortmund vs TSG 1899 Hoffenheim - Signal Iduna Park, Dortmund, Germany - December 16, 2017 Borussia Dortmund coach Peter Stoeger REUTERS/Leon Kuegeler DFL RULES TO LIMIT THE ONLINE USAGE DURING MATCH TIME TO 15 PICTURES PER GAME. IMAGE SEQUENCES TO SIMULATE VIDEO IS NOT ALLOWED AT ANY TIME. FOR FURTHER QUERIES PLEASE CONTACT DFL DIRECTLY AT + 49 69 650050

MUENCHEN – Der klassiker musim ini demikian spesial. Tak cuma dua pelatih yang terlibat, melainkan langsung empat nama. Baik Bayern Muenchen ataupun Borussia Dortmund yang mengalami turbulensi memilih mengganti nahkoda tim di tengah perjalanan musim 2017-2018 ini.

Setelah Carlo Ancelotti versus Peter Bosz tersaji di DFL-Supercup (5/8) dimana Ancelotti menang, disusul Bosz lawan Jupp Heynckes di Bundesliga (4/11) juga berujung kepada kemenangan Bayern, maka dini hari nanti (21/12) di Allianz Arena pada babak 16 besar DFB-Pokal akan menghadirkan Heynckes lawan Peter Stoeger.

Ya, sebagai tim tamu Dortmund sedang punya gairah bertanding yang meletup-letup. Pasca pergantian pelatih dari Bosz ke Stoeger (10/12) lalu, Die Schwarzgelben bangkit dengan menyapu dua kemenangan beruntun di Bundesliga. Padahal sebelum pergantian der trainer, Dortmund tak pernah menang dalam delapan laga di kompetisi domestik.
Situs resmi Bundesliga menyebut kebangkitan Dortmund ini sebagai Stoeger Effect. Mantan der trainer FC Koeln ini menghadirkan optimisme dan kestabilan di lini pertahanan. Diantara dua pertandingan Stoeger, yakni lawan Mainz 05 (12/12) dan Hoffenheim (16/12), Dortmun cuma kebobolan satu gol.

“Kami tak selalu melakukan pressing tinggi kepada lawan untuk meraih kemenangan. Kami juga tidak memberlakukan garis pertahanan tinggi dan itu Peter Stoeger berikan kepada kami,” gelandang Dortmund Julian Weigl dalam situs klub kemarin (19/12).

Adanya transformasi permainan dari Bosz ke Stoeger ini, membuat Weigl mengingatkan agar tuan rumah berhati-hati. Memang Dortmund datang ke Allianz Arena bukan sebagai favorit. Namun Marcel Schmelzer dkk bisa memberikan terapi kejut buat Bayern.

Di tangan der trainer Jupp Heynckes, Bayern baru sekali mengalami kekalahan. Yakni takluk 1-2 oleh tim kampung asal Heynckes, Borussia Moenchengladbach (25/11).

Loading...

Der trainer Dortmund Peter Stoeger tidak mau terlalu jemawa menyongsong der klassiker pertamanya ini. Meski seluruh tim dalam kondisi berapi-api, namun Stoeger punya rekam jejak buruk lawan Bayern sebagai pelatih. Dari enam pertemuan, pria berusia 51 tahun ini seri sekali dan lima kali kalah.

Seperti diberitakan Ruhr Nachtrichten kemarin, Stoeger lebih termotivasi memberikan kado ulang tahun buat Dortmund yang berulang tahun ke-107 kemarin. “Setelah kami mengalami turbulensi, maka kami kembali ke jalur persaingan yang benar. Kami akan berusaha untuk meraih hasil maksimal selama ada kesempatan,” tutur Stoeger.

Pada pertandingan dini hari nanti, pelatih kelahiran Wina Austria itu mengatakan kondisi penyerang Pierre-Emerick Aubameyang dalam kondisi diragukan buat tampil. “Kami tak akan menggaransi dia (Aubameyang, Red) tampil akan tetapi kita akan menunggu kemungkian terakhirnya.” tutur Stoeger.

Stoeger merasa tak perlu mengingat dua der klassiker sebelum periodenya. Dimana Bayern selalu mengalami kegagalan prestasi dengan kalah oleh Bayern. “Melawan tim yang sesumbar bek Barca, maka sulit rasanya melewatkan kondisi pertandingan hari ini. (dra)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.