Keluarga Aah: Minta Pemerintah Serius

Meninggal Terserang DBD

162
0
TUTUP USIA. Warga Kampung Cicantel Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, Aah Komariah (45) diduga meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) sekitar pukul 18.30, Selasa (5/2).

TASIK – Warga Kampung Cicantel Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, Aah Komariah (45) diduga meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) sekitar pukul 18.30, Selasa (5/2).

Sebelumnya almarhum terlebih dahulu mengalami perawatan medis di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Awalnya, Aah me­ngeluh­kan sakit kepada suaminya Atop Hermawan (46), Senin (4/2). Kemudian, Aah dibawa berobat ke Puskesmas Tamansari namun tidak kunjung membaik.

Dari keterangan petugas puskesmas, almarhumah disarankan untuk menunggu dua hari, sambil diberi obat rawat jalan. Pada malam harinya Aah menggigil dan mengeluh panas dingin.

“Setiba di rumah, malamnya malah panas dingin, kemudian muntah-muntah, saya kembali ke puskesmas lagi dan disarankan langsung ke rumah sakit untuk ditangani,” ujar Atop menceritakan kepada wartawan di sela proses pemakaman istrinya.

Akhirnya, kata dia, sekitar pukul 06.00 Selasa (5/2), dia membawa istrinya tersebut ke RSUD dr Soekardjo. Aah, langsung ditangani dan menunggu cukup lama hasil pemeriksaan dari laboratorium untuk diteliti penyakit yang diderita. “Ternyata dari hasil laboratorium, istri saya DBD. Kemudian tadi sekitar pukul 18.30 meninggal di ruang perawatan,” tuturnya seraya berpasrah.

Dia berharap di kampungnya bisa digalakkan kembali program pemberantasan nyamuk DBD. Sebab, tidak ingin warga lain mengalami nasib yang sama.

“Harus ada penanganan dari Pemkot, supaya tidak terjadi kembali korban,” ucapnya.

Ketua RT/RW 05/08 Kampung Cicantel, Dulah mengaku kaget ada warganya yang meninggal akibat virus dari nyamuk dengue. Apalagi, selama ini sudah jarang adanya kegiatan fogging di lingkungannya. “Kita ingin ada penanganan, supaya warga lain tidak menyusul menjadi korban. Tadi kita juga kaget dengarnya karena DBD,” ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr Soekardjo Budi Tirmadi sampai dengan Pukul 21.40 belum memberikan keterangan. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.