Beranda Kota Tasik Menjadi Sopir Tembak, Jual Bensin Eceran dan Es Mambo

Menjadi Sopir Tembak, Jual Bensin Eceran dan Es Mambo

BERBAGI

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya H Eddy Supriyadi mempunyai pengalaman panjang dalam perjalanann hidupnya. Dia pernah menjadi sopir tembak angkot dan jual bensin eceran untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

DENI NURDIANSAH, Cihideung

Siapa presiden pilihan mu nanti di 2019 ?

EDDY Supriyadi lahir pada 13 Januari 1954 di Kota Tasikmalaya. Eddy kecil menghabiskan waktunya di Jalan Dewi Sartika, dekat SMAN Pasundan 1. Kehidupanya sangat disiplin, karena sang ayah adalah seorang anggota TNI.
”Sekitar tahun 1972 saya mulai bekerja di night club dan beberapa tempat lainya,” ucapnya kepada Radar, Jumat (12/1).
Sudah kenyang meniti karier di kota besar. Eddy memutuskan untuk pulang kampung ke Kota Tasikmalaya tahun 1978. Tak lama, Eddy langsung menemukan pendamping hidupnya. Yetty Mulyati.
”Saya bertemu dengan istri saya (waktu pulang kembali ke Tasik, Red) Yetty, kemudian saya langsung menikahinya,” ucapnya.
Yetty saat itu berstatus pegawai di pemerintahaan. Eddy memintanya untuk mengundurkan diri. Karena dirinya masih mampu memenuhi kebutuh­an hidup keluarganya. Eddy hanya mengandalkan pekerjaan serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Ingin ada perubahan, Eddy mulai menjadi sopir tembak angkot 05.
Menjadi sopri angkot, penghasilannya hanya Rp 150 untuk satu rit. ”Saya juga sempat diangkat menjadi ketua jalur angkot 05 waktu itu dan cukup lama,” terangnya.
Tahun 1979 ia menjadi sopir batangan yang diberikan kepercayaan oleh pemilik kendaraan untuk merawatnya, hanya diwajibkan setor. ”Saat itu untuk makan saja masih kurang, namun saya tetap harus semangat,” ujarnya. Selain jadi supir angkot, iapun berjualan bensin eceran dan es mambo yang dititipkan ke sekolah-sekolah atau dijual keliling.”Saya terbantu dari sana (penghasilannya lumayan, Red),” katanya.
Awal tahun 1980 ia mulai bekerja di sebuah perusahaan kontruksi. Pada tahun 1984 ia berhasil membuat perusahaan kontruksi sendiri. Rezeki pun mengalir dan dia mulai bangkit untuk menata hidupnya semakin matang.
Eddy tak hanya dikenal sebagai pengusaha saja, ia aktif di berbagai organisasi olahraga dan kemasyarakatan. Seperti Angkatan Muda Siliwangi (AMS), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), sampai Persatuan Olahrga Biliar Seluruh Indonesia. Tahun 2012 ia diangkat menjadi Sekum Koni Kota Tasikmalaya dan pada tahun 2016 ia terpilih menjadi Ketua Umum Koni Kota Tasikmalaya. (*)

loading...