Menjadi Tulang Punggung Keluarga

651
0
BERDUKA. Keluarga Oon Saonah menunggu proses otopsi di Kamar Mayat RSUD dr Soekardjo.

Pilu menyelimuti keluarga besar Oon Saonah (32), perempuan yang ditemukan tewas di kamar Hotel Daya Grand Rabu petang (6/3). Keluarga berharap kasus tewasnya Oon bisa segera terungkap.

Setelah mengetahui Oon tewas, sejumlah keluarganya datang ke Kamar Mayat RSUD dr Seokardjo. Mereka merupakan ayah, adik, anak serta kerabat lainnya. Beberapa di antara mereka terlihat saling berpelukan sambil menangis.

Adik korban, Iip (28) tidak berani menyimpulkan apa yang dialami kakaknya. Namun jika memang Oon dibunuh oleh seseorang, dia ingin pelakunya segera tertangkap.

“Ya kalau memang benar (dibunuh, Red), harus ditangkap pelakunya,” terang dia.

Baca juga : Janda Tewas di Kamar Hotel

Ada pun keseharian korban, kata Iip, Oon adalah seorang pengepul rongsokan. Hasil penjualan barang bekas itu digunakan untuk menghidupi keluarga. “Suka ngambilin rongsokan di Cikurubuk,” katanya.

Zaenal Abidin (67), ayah korban, mengatakan terakhir dia bertemu Oon yakni dua minggu ke belakang. Oon sudah biasa menengok dia yang sekarang berdomisili di Kabupaten Ciamis. “Dua minggu kemarin ada ke rumah, biasa saja,” tuturnya.

Kematian anaknya membuat Zaenal sedih. Karena Oon tidak memiliki penyakit parah atau yang mematikan. “Enggak sakit apa-apa tiba-tiba meninggal,” katanya.

Oon merupakan perempuan asal Dusun Cisarua Desa Karyawangi Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya. Dia menumpang di rumah kakaknya di Kampung Babakan Bandung Kecamatan Mangkubumi bersama dua anaknya yang masih berusia 17 dan 14 tahun.

Baca juga : Lebam dan Lecet di Wajah Korban

Saat ini, Oon sedang membangun rumah di wilayah Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya. Rencananya, rumah tersebut akan ditinggali oleh Oon dan dua anaknya yang masih remaja. “Baru sekitar dua minggu (bangun rumah, Red), baru nembok,” kata Zaenal.

Oon merupakan seorang janda yang menanggung hidup kedua anaknya sendirian. Dia sudah sekitar 5 tahun bercerai karena sebuah permasalahan. “Makanya dia jadi tulang punggung keluarga,” imbuhnya.

Usai diotopsi, jenazah Oon dibawa oleh keluarga ke Salopa untuk dikebumikan. Keluarga sepakat untuk menguburkan jenazah almarhumah di kampung kelahirannya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.