Menjaga Profesionalisme Para Perawat

29

BUNGURSARI – DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Jawa Barat mengingatkan kembali kepada seluruh perawat untuk mengikuti standard operating procedure (SOP) dan patuh terhadap Undang-Undang Nomor 38 Tahu 2014 tentang Keperawatan.

Pengurus DPW PPNI Provinsi Jawa Barat, Unang Arifin Hidayat menyatakan, dalam menjalankan tugasnya perawat tidak boleh keluar dari aturan yang sudah ditetapkan. UU itu juga sudah mengatur tentang persyaratan membuka praktik mandiri. “Di Tasikmalaya sendiri sudah terdapat 50 orang perawat yang membuka praktik secara mandiri,” ujar Unang kepada Radar usai menghadiri upacara peringatan HUT PPNI Cabang Kota Tasikmalaya ke-45 di Halaman Bale Kota, Senin (18/3).

PPNI saat ini juga sedang memperjuangkan kesejahteraan para perawat. Pihaknya juga berkomitmen untuk mengutamakan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas. “Saat ini kami sedang merancang pengupahan minimal (perawat, Red) sesuai dengan kelayakan,” kata dia.

Di tempat yang sama, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menerangkan, perawat memiliki peran penting dalam mengawal dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dia juga meminta para perawat terus membuka wawasan dan opini masyarakat agar mendongkrak kepercayaan terhadap profesi perawat. “Kalau sudah ada pengakuan, perawat harus terus memberikan pelayanan dan kegiatan agar masyarakat hidup sehat,” tutur dia.

Dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan pada Pasal 1 ayat (1) disebutkan bahwa keperawatan adalah kegiatan pemberian asuhan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik dalam keadaan sakit maupun sehat.

Ayat (2), perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ayat (3), pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik sehat maupun sakit.

Ayat (4), praktik Keperawatan adalah pelayanan yang diselenggarakan oleh perawat dalam bentuk asuhan keperawatan.

Ayat (5), asuhan keperawatan adalah rangkaian interaksi perawat dengan klien dan lingkungannya untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan dan kemandirian klien dalam merawat dirinya. (ujg/snd)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.