Tanggul Jebol Sebabkan Banjir Bandang di Sukaratu

2195
0
TERENDAM. Rumah Yoyo Iskandar, warga Kikisik RT/RW 02/06 Desa Gunungsari Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya terendam banjir, Rabu (27/3). Foto kanan, petugas BPBD sedang mengevakuasi warga. Radika Robi Ramdan / Radar Tasikmalaya
Loading...

TASIK – Puluhan rumah di Desa Sinagar dan Desa Gunungsari Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya terendam banjir bandang Rabu (27/3).

Banjir yang diduga akibat tanggul di Sungai Cibanjaran jebol tersebut terjadi sekitar pukul 16.00. Pantauan Radar di lokasi, beberapa jalan, kolam, pesawahan, masjid, sekolah dasar dan rumah warga terendam air. Bahkan sebagian warga yang rumahnya terendam mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sedikitnya 7 kepala keluarga yang rumahnya terendam kini terpaksa dievakuasi dan diungsikan. Pasalnya, hujan yang terus turun sangat berpotensi membuat luapan aliran sungai membesar dan menyapu rumah warga.

Seorang warga RT/RW 03/06 Kampung Gunung Balong Desa Gunungsari, Enung Nurjanah (42) mengatakan banjir datang saat dirinya usai salat magrib. Seketika air selokan di depan rumahnya meluap dan naik ke lantai.

Loading...

”Saya baru sadar usai salat, saya cepat-cepat menyelamatkan diri. Karena melihat kondisi air semakin tinggi dan sedikit demi sedikit masuk ke rumah,” ujarnya kepada Radar.

Dia menceritakan salah satu anak perempuannya sempat menjerit karena melihat kondisi rumah dikepung air. Enung pun bersama suami dan saudaranya cepat keluar rumah, sambil membawa barang berharga.

”Saya dan keluarga langsung mengeluarkan motor, lalu pergi mencari tempat aman,” tuturnya.

Enung mengaku tidak sempat membawa barang-barang lainnya, karena keburu panik ketika air masuk ke rumahnya. ”Apalagi kondisinya mati lampu, saya fokus menyelamatkan diri,” paparnya.

Warga Kikisik RT/RW 02/06 Yoyo Iskandar (53) mengatakan ketika banjir datang, dirinya sedang berada di dalam rumah bersama istri dan dua anaknya.

”Hujan deras turun sekitar pukul 14.00, namun ketika pukul 17.00 air semakin meluap dan saat magrib air masuk ke dalam rumah,” ujarnya.

Menurutnya, air yang masuk ke rumah kurang lebih tingginya setengah meter. Dia pun memutuskan ke luar rumah bersama seluruh keluarganya. ”Ya kita terpaksa ke luar rumah, khawatir air semakin tinggi,” paparnya.

Kepala Desa Gunungsari Suherman mengatakan terdapat puluhan rumah milik warga terendam banjir bandang.

“Data pastinya belum saya dapatkan. Masih menunggu laporan dari punduh. Mudah-mudahan secepatnya bisa didata berapa rumah warga terendam banjir,” terangnya.

Suherman pun meminta warga tidak memaksakan tinggal di rumah yang terendam. “Khawatir ada banjir susulan, lebih baik tinggal di tetangga atau saudara yang tidak terendam banjir,” ungkapnya.

Dia menjelaskan air yang merendam puluhan rumah tersebut merupakan kiriman dari Desa Sinagar. Sedangkan, air yang berasal dari Desa Sinagar berasal dari Sungai Cibanjaran yang diketahui tanggulnya jebol.

Sementara itu, UPTD PSDA Ciwulan-Cilaki segera menerjunkan alat berat, guna mengembalikan fungsi aliran sungai yang tanggulnya mengalami jebol.

“Kita akan coba memperbaiki,” ujar Koordinator SUP Cikaengan-Ciwulan Ir Heri Prajitno saat ditemui Radar di kantornya Rabu (27/4).

Sebelumnya, kata Heri, pihaknya sudah memasang 100 beronjong, dan rencananya akan ditambah sebanyak 300 bronjong.

“Panjang sungai yang dipasang bronjong mencapai 66 meter. Nantinya bronjong yang 300 akan dipasang untuk memperkokoh tanggul,” tandasnya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.