Menpora Diduga Terima Rp1,5 Miliar

19
0
Loading...

JAKARTA – Fakta persidangan makin menarik. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK me­nampilkan daf­­­tar pem­­­bagi­an da­­na hibah dari Ke­menpora se­nilai Rp 3,4 miliar.

Ang­garan ter­sebut dibuat Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy, yang ditujukan bagi para pejabat Kemenpora dan KONI.

Daftar penerima itu, ditampilkan JPU KPK saat memeriksa Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Suradi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (21/3).

Nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kembali mencuat dalam kasus suap dana hibah KONI. Ini diungkapkan Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Suradi, saat menjadi saksi untuk terdakwa Ending Fuad Hamidy.

Keterangan Suradi, terangkum dalam berita acara pemeriksaan (BAP) mengungkap adanya kode yang mengarah pada nama-nama penerima fee dana hibah pengawasan dan pendampingan (wasping) KONI tahun 2018.

Loading...

Kode yang diungkap dalam BAP itu, antara lain M dan UL. M menerima jatah Rp 1,5 miliar dan UL mendapat Rp 500 juta.

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK Titto Jaelani pun mengklarifikasi kode-kode itu ke Suradi yang notabene pernah diarahkan Ending Fuad untuk membuat alternatif pembiayaan kegiatan hibah KONI sebesar Rp 17,9 miliar.

Nah, saat klarifikasi itu Suradi mengatakan bahwa kode M mengarah pada menteri dan UL adalah Miftahul Ulum, asisten pribadi Imam Nahrawi. “Mungkin untuk menteri (Menpora Imam Nahrawi, Red). Asumsi saya untuk Pak Menteri. Tapi saya tidak tahu sudah diberikan atau belum,” ungkap Suradi menjawab pertanyaan jaksa KPK terkait kode inisial M dalam catatan penerima fee dana hibah KONI.

Terkait munculnya nama tersebut, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan catatan berisi kode memang sempat disita dalam penyidikan suap dana hibah KONI. Kala itu, pihaknya menetapkan Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana serta dua staf Kemenpora, Adhi Purnomo dan Eko Triyanto sebagai tersangka penerima suap.

Kata Febri, saat penyidikan terungkap ada komitmen fee yang dijanjikan KONI bagi sejumlah pejabat Kemenpora. Total komitmen fee dari dana hibah Rp17,9 miliar itu adalah Rp 3,4 miliar.

Saat operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan, KPK mengamankan sejumlah uang dari tangan Mulyana dan pengurus KONI yang diduga bagian dari komitmen fee tersebut. “Tentu proses (kasus suap dana hibah KONI,Red) ini masih berlanjut, nanti l bisa dilihat bagaimana fakta-fakta persidangan tersebut,” kata Febri.

Apakah uang Rp1,5 miliar sudah diterima Imam Nahrawi? Febri belum bisa menjawab. Dia menyebut pertanyaan itu akan terjawab dalam persidangan. “Kita lihat di persidangan,” tuturnya.

Febri menambahkan persidangan terdakwa Ending baru berjalan beberapa kali. Karena itu, dia meminta publik mengawal proses persidangan dan mencermati keterangan saksi dan bukti-bukti yang dihadirkan. “Apakah catatan (penerima fee,Red) itu sudah terealisasikan atau masih sebagai catatan nanti dilihat di persidangan,” paparnya.

Sementara itu, belum ada tanggapan langsung dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait hal ini. Semua pihak seolah tidak berani memberikan pernyataan ketika dikonformasi. (dbs/ful/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.