Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.2%

20.3%

8.1%

67.4%

Mensos dan Kepala Bappenas Pantau Penyaluran Bansos di Kota Tasik

198
0

KOTA TASIK – Kota Tasikmalaya, Jumat (19/06) siang, kedatangan kunjungan kerja dua pejabat tinggi negara. Adalah Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Manoarfa.

Mensos dan Kepala Bappenas sempat mengunjungi Kantos Pos Indihiang, Jumat Sore setelah siangnya mengunjungi Kantos Pos Ciawi, Kabupaten Tasik.

Sementara itu Suharso melakukan pertemuan bersama Wali Kota Tasik, Budi Budiman di sekretariat Gugus Tugas di Bale Kota.

Di Kantor Pos Indihiang, Mensos dan Kepala Bapenas sempat memantau langsung pembagian bansos bantuan tunai atau BST (Bantuan Sosial Tunai) kepada para penerimanya.

Kata Mensos, pandemi Corona yang masif telah menyebabkan korban jiwa dan menggangu perekonomian nasional.

Tak hanya itu, pandemi Covid-19 juga telah mengubah tatanan sosial di masyarakat.

“Hal ini dikarenakan sebagian besar dari mereka tidak bisa menjalankan aktifitas perkonomiannya dalam 3 bulan belakangan,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com.

Terang dia, di masa pandemi ini pemerintah terus berupaya untuk mewujudkan negara hadir ditengah masyarakat untuk melindungi dan memberikan rasa aman.

Sebagai bentuk kehadiran negara, beber dia melalui Kementerian Sosial pemerintah memberikan BST untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin.

“Para keluarga miskin ini harus kita lindungi. Untuk itu, akurasi data mereka harus benar-benar menjadi perhatian kita semua,” bebernya.

Pemerintah daerah diharapkan dia, dapat melakukan verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar bantuan bisa tepat sasaran sesuai penerima yang telah ditetapkan.

“Kami telah melakukan perhitungan dan menargetkan sebanyak 9 juta Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat menerima BST. Adapun BST ini adalah senilai Rp 600.000,00 per KK per bulan selama 3 bulan,” tambahnya.

Jelas dia, pemberian BST selama 3 bulan berturut-turut ini berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) berdasarkan usulan daerah dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima BST adalah KPM yang belum menerima PKH dan program sembako.

Jelas dia, untuk di Kabupaten Tasik BTS ini dialokasikan sebanyak 32.251 KPM dengan nilai bantuan total sebesar Rp64.394.000.000.

Sementara untuk Kota Tasikmalaya dialokasikan sebanyak 11.564 KPM dengan nilai bantuan sebesar Rp19.836.000.000.

Sebelum Mensos, Kepala Bappenas dan rombongan tiba di lokasi, belasan mahasiswa pun sempat melakukan aksi sekitar 100 meter dari lokasi sambil membentangkan beberapa spanduk berisikan seruan soal berbagai masalah Bansos yang terjadi di masyarakat saat ini.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.