Menuju Empat Mahkota

124
0
Soccer Football - Champions League - Real Madrid vs Borussia Dortmund - Santiago Bernabeu, Madrid, Spain - December 6, 2017 Real Madrid’s Cristiano Ronaldo reacts after a missed chance REUTERS/Juan Medina

LEICESTER – Boleh saja 2017 disebut tahunnya Real Madrid. Real yang dinahkodai Zinedine Zidane menghadirkan trofi La Liga, Liga Champions, Supercopa Espana, Piala Dunia Antarklub, dan Piala UEFA Super ke dalam lemari sukses mereka.

Dan buat tahun depan, Manchester City serta Pep Guardiola berpeluang menapaktilasi apa yang dilakukan Zidane. Bagi Guardiola, empat gelar dalam semusim bukan capaian spesial. Di dua klub sebelumnya, yakni Barcelona dan Bayern Muenchen, pria kelahiran Santpedor Spanyol itu sudah melakukannya.

Asa buat meraih empat gelar di musim 2017-2018 oleh Guardiola dan City terbuka lebar. Selain memuncaki Premier League, mencapai babak ketiga Piala FA, serta 16 besar Liga Champions kemarin (20/12) di King Power Stadium, City memukul tuan rumah Leicester City pada babak perempat final Piala EFL lewat adu penalti dengan skor 4-3. Babak tos-tosan itu harus dilakukan setelah dua tim Premier League itu bermain imbang 1-1. Bernardo Silva menjadi pencetak gol buat City pada menit ke-26. Sedangkan Jamie Vardy memaksakan skor 1-1 melalui eksekusi penalti di masa perpanjangan (90+7’).

City yang turun kemarin, bukan pasukan terbaik Guardiola. Pelatih berusia 46 tahun itu merombak total barisan starting XI kemarin. Tak tanggung-tanggung enam pemain akademi dihadirkan Guardiola di lapangan kemarin.
Empat jadi starter, Phil Foden, Oluwatosin ‘Tosin’ Adarabioyo, Oleksandr Zinchenko, dan Brahim Diaz. Dua lainnya jadi pengganti, Lukas Nmecha dan Ayotomiwa Dele-Bashiru.

Nah, Guardiola setelah pertandingan kemarin menolak anggapan kalau City akan menang empat gelar dengan mudah. Sama seperti yang dicapainya di Barca periode 2009-2010 juga Bayern Muenchen 2013-2014 lalu.

“Hal itu tidak akan pernah terjadi (lagi), tentu saja tidak. Ayolah, hal itu tidaklah nyata, apa yang kita angankan tidaklah nyata,” ucap Guardiola seperti ditulis The Guardian kemarin. “Kondisi menang 16 atau 17 pertandingan secara beruntun di liga, kemudian melaju di Liga Champions setelah akhirnya kami finis posisi teratas fase grup, dan sekarang bermain dengan banyak pemain muda, itu bukan (situasi) normal,” beber pelatih yang menaruh legenda sepak bola Belanda Johan Cruyff sebagai inspirasinya itu.

“Dalam sepak bola, kamu menghilangkan poin dan kamu kalah dalam berkompetisi. Saya tak berpikir berapa banyak titel (yang dimenangi), saya berpikir tentang laga selanjutnya,” tambah Guardiola.

Jawaban Guardiola itu terkesan merendah. Namun ada juga kesan seperti menghindar dari beban tanggung jawab yang dipikulnya. Setelah hancur lebur tanpa trofi di musim pertamanya, 2016-2017, musim kedua ini bapak tiga anak itu ingin melakukan ”penebusan dosa” dengan meraup sebanyak-banyaknya gelar.

Guardiola membawa City tampil fenomenal musim 2017-2018 ini. The Citizens membukukan streak kemenangan sebanyak 17 laga di Premier League. Mematahkan rekor Arsenal 13 laga tak kalah di Premier League.
Pahlawan kemenangan City Bernardo Silva kemarin kepada Sky Sports berdoa performanya tidak cuma bagus di Piala EFL. Namun juga bisa di tiga ajang lainnya dimana City masih bermain.

“Hasil ini adalah paro musim yang luar biasa dan saya harap kami bisa menjaga hasil apik yang kami capai untuk sisa musim yang ada,” kata bekas gelandang AS Monaco itu.

Silva sadar kalau lini tengah City sangat kompetitif. Sehingga gelandang Portugal itu fokus untuk terus bekerja keras selama latihan dan tampil tak mengecewakan jika dipercaya tampil. Gol kemarin merupakan gol keduanya sepanjang musim buat City.

Sedangkan pundit Gary Lineker kemarin mempertanyakan keputusan pelatih Leicester Claude Puel dengan memainkan skuad lapis kedua. Duo tumpuan Leicester, Jamie Vardy dan Riyad Mahrez baru hadir di lapangan pada menit ke-57. (dra/jpg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.