Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.9%

19.6%

8.2%

68.3%

Menyedihkan.. Di Ciamis, Rumah Sempit Reyot & Nyaris Ambruk Milik Nenek Tuna Netra tak dapat Bantuan, Warga Bergerak

289
0

CIAMIS – Rumah sempit ukuran 2 x 4 meter dan tak layak huni milik penyandang tuna netra, Rokayah (70) warga Dusun Cianda RT 1/6 Desa Sukahaji Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, nyaris ambruk

Sudah puluhan tahun belum ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Ciamis. Untuk itu para tetangga urunan untuk membantu memperbaiki rumah janda dan sudah jompo ini.

Ketua DKM Masjid AL-Ihlas  Dusun Cianda, Dedi Suhendi (48) menuturkan, kondisi rumah nenek  Rokayah yang mempunyai anak Wawan  (50) dan Agus (40)  itu sangat memprihatinkan dan nyaris ambruk.

Baca Juga : Video – Terpeleset Saat Menjala Ikan, Warga Sukaresik Pangandaran Tewas Tenggelam di Sungai Citonjong

“Kalo hujan dah pasti bocor. Bahkan atapnya sudah menggunakan penyangga lima bambu agar tak roboh. Jika hujan besar sangat membahayakan penghuni,” katanya.

Tambah dia, bagian dinding belakang dan pinggir sudah tidak ada penutupnya.

“Kami merasa kasihan. Mereka itu orang miskin. Rokayahnya tak punya pekerjaan dan sehari-hari makan juga dibantu masyarakat,” terangnya.

Sementara anakanya Wawan  memang keseharianya bekerja mengayuh becak.  Sementara  Agus kerjanya serabutan, jadi tidak mencukupi untuk membangun rumah.

Baca Juga : Longsor Terjang Rumah dan Jalan di 2 Kecamatan di Ciamis

“Untuk kehidupanya sendiri juga sulit. Sehingga mereka itu dibantu masyarakat. Pembangunan rumahnya sekarang juga dibantu warga. Karena bantuan pemerintah tidak ada, makanya dibantu oleh swadaya masyarakat,” tuturnya.

Kepala Dusun Cianda, Toni Cahyadi  membenarkan bahwa rumah Rokayah sudah tidak layak huni.

“Kalau pengajuan bersama ketua DKM  sudah dilayangkan kepeda pemerintah, namun belum dapat bantuan. Karena rumah Rokayah hendak amruk, makanya secara inisiatif bersama masyarakat melakukan swadaya, dengan membantu memberikan berbagai material. Kami sangat berterimakasih kepada masyarakat yang memberikan bantuan, semoga bermanfaat,” bebernya.

Sang nenek Rokayah mengaku, jika hujan turun, air masuk ke rumah. Dan jika ada angin kencang, rumahnya bergetar. Makanya dengan adanya rencana masyarakat mau ada bantuan secara swadaya membangun rumah, saya sangat berterimakasih sudah rela swadaya untuk saya,” ungkapnya.

(iman sr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.