Menyiapkan Ikon Pariwisata Pangandaran

446
0
KERJA SAMA. Dosen ITB saat bertemu dengan Kepala Bappeda Kabupaten Pangandaran Ujang Endin Indrawan (kanan).
Loading...

PARIGI – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pangan­dar­an menjalin kerja sama dengan School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB).

Kerja sama ini untuk mene­liti pengembangan po­tensi ekonomi lokal, wirau­saha wanita dalam kota pari­wi­sata serta ikon pariwisata Pangan­daran sebagai Kawasan Strategis Provinsi (KSP) dan Kawasan Strategis Nasional (KSN).

Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian, Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P3SDM) Bappeda Kabupaten Pangandaran Maman SP MP menerangkan pihaknya mendukung langkah akademisi ITB yang akan meneliti perjalanan perilaku wirausaha wanita dalam kota pariwisata.

“Program ini sesuai dengan visi misi Bupati Pangandaran yang dituangkan ke dalam pro­gram Bappeda. Yakni pengem­bangan potensi ekonomi lokal yang berdaya saing,” ungkapnya baru-baru ini.

Sebagai KSP dan KSN, kata dia, Pangandaran dijadikan ikon pariwisata pantai selatan di Jawa Barat bersama beberapa kabupaten/kota lain. Di antaranya Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Ciamis.

Loading...

“Pangandaran sudah dikenal di mana-mana karena itu dipilih men­jadi tempat penelitian ke­giatan perjalanan perilaku wira­usaha wanita dalam kota pariwisata tersebut,” ujarnya.

Dari segi daya dukung, lanjut dia, Kabupaten Pangandaran me­mi­liki potensi, baik pe­ngem­­bangan infrastruktur maupun jalur wisata.

“Visi misi Pangandaran juga mendukung kewira­usahaan dalam pengem­bang­an pariwisata. Maka kita setuju dan sangat mendukung apa yang akan dikembangkan oleh ITB di Pangandaran,” ungkapnya.

Menurut dia, penelitian yang dilakukan SBM-ITB tersebut difokuskan untuk mencari potensi produk unggulan daerah yang akan menjadi ikon Kabupaten Pangandaran.

“Sampai saat ini produk unggulan khas Pangandaran memang belum terlihat. Karena itu kita merasa terbantu dalam pengembangan kewirausahaan yang mendukung pengembangan pariwisata,” kata dia.

Ia menambahkan SBM-ITB juga siap membantu dari sisi kajian, peningkatan sumber daya dan juga promosi potensi produk lokal yang berdaya saing. Seperti kerajinan dan makanan olahan.

“Di kita sudah muncul sentra oleh-oleh pesisir khas Pangandaran nanti kita sambungkan,” ujarnya.

Maman berharap wirausaha baru akan tumbuh lebih maju dan mandiri serta berkelanjutan setelah ada ikon produk unggul­an khas Pangandaran.

“Kami berharap wirausaha baru akan tumbuh lebih maju dan modern serta berkelanjutan. Memproduksi ikon unggulan khas Pangandaran untuk dijadikan sebagai oleh-oleh yang khas dari Pangandaran,” tutur dia. (nay)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.