Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.2%

2.3%

53.8%

6.8%

0.7%

12.9%

0%

23.2%

0%

Mereka Terkendala Biaya Hidup

46
0
Istimewa BUTUH ULURAN TANGAN. Warga Tasikmalaya Alfarizki (1), Abizard (2), Bahrul Ulum (3) dan Heni Rohaeni yang saat ini membutuhkan uluran tangan, mereka kini tengah dalam pendampingan dari Yayasan Setara. Namun masih terkendala biaya hidup bagi penderita.

Di tengah kemajuan Tasikmalaya melalui lesatan pembangunan, beberapa warganya mengalami nasib kurang beruntung akibat memiliki penyakit serius. Mereka terkendala biaya pengobatan, rawat jalan bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Yayasan Setetes Darah Sejuta Harapan (Setara) Indonesia, sejak September 2019 lalu tak cuma konsen terhadap pemenuhan ketersediaan darah di Tasikmalaya. Relawan yang tergabung di dalamnya, mulai mengadvokasi pasien berkebutuhan ekstra serta mendampingi sampai progres kesehatannya benar-benar membaik.

H Bayhaqi Umar selaku CEO Yayasan Setara Indonesia mengatakan pihaknya tengah menangani 6 pasien asal Kota dan Kabupaten Tasikmalaya untuk berobat yang dirujuk ke Bandung, serta melakukan pendampingan selama proses penyembuhan. “Awalnya kami membantu Abizard Raufa (10 Bulan) warga Kampung Cidoyan, Sirnagalih Indihiang yang menderita hidrosefalus, kami advokasi mulai rujukan, kebutuhannya untuk berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dan terus mendampingi sampai sekarang,” ujar Bayhaqi kepada Radar, Sabtu (30/11).

Menurutnya, kemampuan finansial kedua orang tua Abizard sangat berat dalam membiayai pengobatan tersebut. Dengan mengandalkan donasi dan jaringan, relawan Setara mendampingi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari pasien mulai susu, makanan bayi sampai mengawal saat beberapa kali ditindak di RSHS. “Kami di sana bekerjasama dengan Rumah Singgah Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jalan Jurang Bandung, untuk tinggal sementara pasien dan keluarga, ketika harus kontrol ke RSHS,” katanya.

Rata-rata, kata dia, kendala pasien yang dirujuk ke Bandung terbebani urusan biaya hidup sehari-hari. Terutama, menunggu jadwal pemeriksaan atau bedah yang tidak langsung bisa dilakukan di hari yang sama ketika tiba di Bandung. “Alhamdulillah ada saja pihak-pihak yang ingin berdonasi dan memudahkan kami dalam memberangkatkan pasien. Sewa kendaraan dan lain-lain selalu dimudahkan,” tuturnya.

Tidak cukup di situ, Setara terus mendampingi kebutuhan bayi Abizard termasuk orang tuanya. Terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari supaya kondisi bayi semakin membaik. Selagi mengawal Abizard, berdatangan pasien lain yang ingin dibantu. Mulai Bahrul Ulum (18), warga Jalan Buninagara 2 RT/RW 03/015 Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes. Penderita hidrosefalus yang sudah tidak bisa diobati lagi, namun Yayasan Setara terus mendampingi keperluan sehari-harinya, sebab Bahrul Ulum hanya tinggal dengan nenek yang kondisinya memprihatinkan. “Termasuk kami juga kedatangan permintaan mendampingi Heni Rohaeni (39), warga Babakan Cikiara Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes. Heni kami bantu pengobatan dan kebutuhan sembako untuk sehari-hari,” katanya.

Pada aksi sosialnya, Yayasan Setara meng­em­ban amanah donasi dari masya­rakat yang hendak menitipkan rezeki­nya membantu pasien-pa­sien tersebut. Mengelola dana untuk disalurkan terhadap pasien, de­ngan skala prioritas kebutuhan. “Un­tuk pasien bayi misalnya, kita prio­ritaskan memberi susu, pampers dan makanan bayi. Kemudian untuk biaya pengobatan ketika harus kontrol dan lain sebagainya,” ucap Bayhaqi.

Di Bandung pun sudah 3 pasien yang ditampung di Rumah Singgah IZI. Supaya memudahkan dalam pengontrolan dan menekan biaya sewa rumah atau penginapan. Sejauh ini, aksi sosialnya tidak mendapat dorongan dari pemerintah. Padahal, selama 2-3 bulan ini sudah mendampingi 6 pasien yang mengidap penyakit serius. “Di medsos maupun hotline kami, biasanya tetangga pasien mengabari supaya warganya dibantu. Kami verifikasi dulu, dan memastikannya. Belum ada intervensi Pemerintah sama sekali, ini aksi relawan dan dukungan agnia melalui donasi,” ceritanya.

Beberapa waktu ini pun pihaknya mendampingi bayi yang mengalami bocor jantung, Rasyid Sulung Putra, warga Jamanis Kabupaten Tasikmalaya. Di mana bayi 9 bulan itu harus dirujuk ke RSHS untuk penanganan lebih lanjut. “Kita saat ini sambil menunggu proses dan penanganan, sementara memenuhi kebutuhan sehari-harinya baik makanan dan lainnya,” kata dia.

Pihaknya pun saat ini tengah mempersiapkan untuk keberangkatan Alfarizky (2), warga Seladarma II Kelurahan Yudanegara Kecamatan Cihideung. Mengidap Spina Bifida atau cacat lahir ketika sumsum tulang belakang bayi gagal berkembang dengan baik. “Kita sedang persiapan, Alfarizky harus berangkat ke RSHS dalam waktu dekat,” ucapnya.

“Jadi kami saat ini mendampingi bayi mulai Abizard, Rasyid dan Alfarizky, dan remaja 18 Tahun Bahrul Ulum serta Heni 40 Tahun,” lanjut Bayhaqi.

Dia berharap adanya warga yang membutuhkan bantuan tersebut, bisa mendorong hati masyarakat dan semua pihak untuk peduli. Sebab, dibalik gegap gempitanya kemajuan daerah masih ada masyarakat yang belum menikmati hasil pembangunan seperti 6 warga tersebut. “Kami khawatir pemerintah seolah tidak hadir di tengah warga yang kondisinya seperti ini. Justru pihak kepolisian yang sangat responsif terhadap pasien-pasien kami, dengan diberi bantuan dan donasi,” ungkapnya.

Bayhaqi menambahkan bagi ma­syarakat yang hendak mengulurkan ban­­tuan, dapat berdonasi melalui Nomor Rekening Maybank 2710777777 atas nama Setetes Darah Se­juta Ha­rapan. Kemudian apabila ingin mem­berikan informasi kaitan warga yang menderita penyakit dan membutuhkan bantuan, bisa meng­hubungi hotline Yayasan Setara di nomor 081313882299 atau 081218404618. “Atau mendatangi kantor kami di Jalan Letjen Ibrahim Adjie Rarangjami I Nomor 18 Indi­hiang, nanti kami verifikasi dan pastikan dalam membantu pen­dam­pingan kesehatannya,” kata Bayhaqi. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.