Merekatkan Silaturahmi Usai Pemilu

50
0
SILATURAHMI. Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono silaturahmi dengan tokoh agama se-Jabar dan Banten di Gedung Islamic Center, Selasa (25/6). Insert. Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi bersama pangdam diwawancarai wartawan, kemarin. RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono dan  Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi menggelar silaturahmi dengan para tokoh agama se-Jawa Barat dan Banten di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (25/6).

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono mengatakan pentingnya silaturahmi dan kebersamaan. Maka dari itu, dia mengajak seluruh masyarakat kembali bersatu membangun Jawa Barat usai pesta demokrasi lima tahunan ini. “Kita lupakan perbedaan politik yang lalu.  Sekarang kita kembali bersatu, jalin silaturahmi,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Lanjut dia, Pemilu 2019 sudah selesai. Oleh karena itu, semuanya harus kembali bersama-sama membangun Jawa Barat yang lebih baik. Karena masih banyak masyarakat yang harus disejahterakan. “Bagaimana caranya kita berfikir untuk Jawa Barat dan Banten agar maju ke depan,” ucapnya.

Dia berharap dengan silaturahmi ini mampu mempersatukan masyarakat yang sebelumnya terbelah menjadi dua kubu pada pemilu. Persatuan harus terus dibangun agar tujuan untuk menjaga Indonesia khsusnya daerah Jabar tetap aman nyaman dan terjaga dari berbagai gangguan.

Tempat yang sama, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi dalam sambutannya mengatakan, sebagai seorang anak prajurit TNI Cimahi Bandung, dirinya memohon doa restu kepada para ulama di Jawa Barat dan Banten. “Saya baru menjabat kapolda Jabar selama dua bulan ini. Minta doanya agar saya dapat selalu tetap amanah menjalankan tugas sebagai kapolda Jabar, saya minta doanya,” ujarnya.

Rudy meminta masyarakat Jawa Barat untuk kembali beraktivitas seperti biasa dan tetap menjalin silaturahmi satu sama lain. Sehingga bisa bersama-sama dapat menjaga Jawa Barat yang damai, tertib dan aman.

Dia pun meminta agar warga melupakan suasana politik yang baru selesai  dan menjalin kembali persatuan. “Lupakan perbedaan dan bangun kembali Jawa Barat. Karena semua ini sudah takdir Allah,  siapa pun pemimpinnya harus amanah,” paparnya.

Lanjut dia, apapun hasilnya nanti yang diputuskan oleh MK harus mendukung dan berharap masyarakat Jawa Barat tidak usah ada lagi yang ke Jakarta, karena semuanya sudah selesai. Apalagi proses politik di Jawa Barat sendiri dinilai sangat aman. “Saya imbau warga Jabar tidak usah berangkat ke Jakarta dan kita jaga saja Jawa Barat agar terus aman. Karena sidangnya juga terbuka, semua nonton saja di TV. Insyaallah Jawa Barat aman,” bebernya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar Rahmat Syafi’i mengharapkan para ulama dan santri dapat meningkatkan komunikasi yang baik lagi dalam menjaga silaturahmi dan semoga menjadi contoh yang baik untuk masyarakat. “Agar masyarakat tidak terprovokasi oleh hal-hal yang tidak benar,” ungkapnya.

Kata dia, adanya pemilu beberapa waktu ke belakang merupakan suatu kewajiban konstitusi yang sudah disepakati dalam memilih pemimpin dan juga wakil pemimpin baik pileg mau pun pilpres. Sikap menjaga kedamaian persatuan, toleransi menghormati perbedaan dengan cara konstitusi, apapun itu hasilnya merupakan hasil kesepakatan konstitusi wajib menghormati.

“Saya berterimakasih kepada TNI/POLRI yang sudah menjaga keamanan baik pilpres maupun pileg khususnya menjaga Jabar. Karena keamanan menjadi suatu ukuran yang sangat dibutuhkan. Semoga semua dapat menerima keputusan dan menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga kondusivitas,” pungkasnya.(obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.